7 Pelanggaran yang Sering Dilakukan Pinjol Ilegal, Hati-Hati!

Reporter : Syahid Latif
Jumat, 2 Agustus 2019 15:44
7 Pelanggaran yang Sering Dilakukan Pinjol Ilegal, Hati-Hati!
Polisi sudah menerima 7 aduan dari nasabah pinjaman Online

Dream - Mabes Polri mengaku sedang menangani beberapa kasus aduan pelaku investasi dan penyedia financial technologi (Fintech) ilegal. Sebagian besar aduan terkait dengan pencemaran nama baik.

" Ada 7 kasus yang kita tangani, 1 sudah selesai yang lain masih kita proses," ujar Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Pol Rickynaldo Chairul, dalam jumpa pers di Kantornya Jakarta, Jumat, 2 Agustus 2019.

Dalam kasus pencemaran nama baik, Rickynaldo mengatakan jika korban yang mengalami gagal bayar mendapat perlakukan tak menyenangkan. Tindakan itu berupa penyebarluasan image yang buruk.

Menurut Rckynaldo, tindak pidana yang dilakukan pelaku fintech ilegal dibagi dalam beberapa kelompok. Di antaranya adalah, terkait dengan penyadapan data, penyebaran data pribadi, pengiriman gambar porno, pencemaran nama baik, ancaman, manipulasi data, dan ilegal akses.

Terhadap para pelaku, polisi hanya bisa melakukan upaya penjeratan dengan pasal-pasal yang sudah terangkum dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

" Belum kita temukan pasal lain yang menjerat fintech ini," katanya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang pada korban lain, Rickynaldo menyarankan agar masyarakat berhati-hati saat hendak melakukan pinjaman secara online.

Sebelum melakukan pinjaman disarankan masyarakat mengetahui terlebih dahulu statut fintech tersebut. Sudah terdaftar dan berizin melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau justru sebaliknya.

" Saya sarankan tidak melakukan pinjaman kepada fintech ilegal. Karena syarat pokok memberikan data pribadi. Karena kita diminta untuk foto dan KTP itu yang kita tidak sadar nantinya data kita digunakan untuk hal-hal yang tidak diinginkan," pungkasnya.(Sah)

1 dari 5 halaman

Jangan Asal Instal! Data-Data HP Ini Tak Boleh Diakses Aplikasi Pinjol

Dream – Cara penagih utang pengelola aplikasi pinjaman online ke nasabahnya yang menunggak semakin mencemaskan. Yang terbaru, beredar kabar seorang nasabah dibully melalui media sosial karena hanya menunggak utang dua hari. 

Beberapa nasabah lain sering mendapat ancaman melalui pesan WhatsApp. Yang lebih mengesalkan, para penagih juga menggunakan nomor kontak ponsel milik nasabah.

Sebagai metode peminjaman baru, jasa pinjaman online (Pinjol) memang masih awam bagi masyarakat Indonesia. Di tengah kondisi terdesak, mereka akan melakukan apapun untuk mendapat utang.

Apesnya, para nasabah ini secara tak sadar memberikan informasi yang seharusnya tak mereka berikan. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga telah membuat ketentuan yang melarang penagih utang melakukan penagihan dengan cara yang kelewat batas. Sayangnya aturan itu baru mengikat pada fintek lending yang memiliki izin resmi. 

Juru Bicara OJK, Sekar Putih Djarot, mengatakan pihaknya tak segan untuk menarik izin fintek yang telah terdaftar.

“ Penagihan tidak beretika tidak dapat kami tolerir dan kami tidak ragu untuk bertindak tegas, mencabut tanda terdaftar/berizinnya fintech legal jika terbukti melakukan hal tersebut,” kata Sekar ketika dihubungi Dream, di Jakarta, ditulis Sabtu 27 Juli 2019.

 

 

2 dari 5 halaman

Catat, Fintek Legal Tak Boleh Akses Data Kontak di Ponsel Debitur!

Ada salah satu hal yang acapkali diabaikan oleh masyarakat yang menggunakan pinjaman online. Mereka kerap abai dengan syarat akses platform kepada ponsel debitur. 

Ternyata, fintek pinjaman online tak boleh mengakses seluruh data kontak di ponsel debitur. Hal ini diungkapkan oleh Sekar.

Dia mengatakan fintek peer to peer (P2P) lending yang terdaftar di OJK harus mengikuti aturan POJK No. 77/POJK.01/2016 tentang penyelenggara jasa layanan pinjam meminjam berbasis teknologi. Ada satu hal yang dilarang keras oleh OJK terhadap P2P lending.

OJK hanya memperbolehkan aplikasi mengakses fasilitas mikrofon, lokasi, dan kamera milik nasabah. Hal ini bertujuan untuk kepentingan e-KYC (Electronic Know Your Customer). Kalau akses di luar tiga hal ini, OJK tak segan untuk menindak tegas fintek pinjaman online.

“ Jika fintech yang telah terdaftar/berizin terbukti melakukan pelanggaran akses data selain microphone, lokasi dan kamera, kami tidak ragu bertindak tegas mengenakan sanksi hingga pencabutan tanda terdaftar/berizin sesuai aturan POJK 77,” kata Sekar.

Selanjutnya, sebagai upaya perlindungan berlapis, POJK 77 mewajibkan P2P lending yg resmi untuk menjadi anggota asosiasi yakni AFPI. Anggota AFPI harus tunduk dgn code of conduct-nya (salah satu yg diatur didalamnya adalah tata cara penagihan).

“ Mitigasinya adalah kode etik yang dalam konteks penagihan ini menjadi tanggung jawab dari pemberi kerja deb coll (fintech company),” kata dia.

Berdasarkan data dari OJK, berikut ini adalah ciri-ciri lengkap fintek legal dan ilegal.

3 dari 5 halaman

Ciri-Ciri Fintech Resmi dan Bodong

  1. Terdaftar dan diawasi OJK
  2. Identitas pengurus dan alamat kantor jelas.
  3. Pemberian pinjaman diseleksi ketat.
  4. Informasi biaya pinjaman dan denda transparan.
  5. Total biaya pinjaman 0,05 persen--0,8 persen per hari.
  6. Maksimal pengembalian (termasuk denda) 100 persen dari pinjaman pokok.
  7. Penagihan maksimal 90 hari.
  8. Akses hanya kamera, mikrofon, dan lokasi.
  9. Risiko peminjam yang tidak melunasi setelah batas waktu 90 hari, akan masuk ke daftar hitam (blacklist) pusat data fintech lending (Pusdafil).
  10. Memiliki layanan pengaduan konsumen.

Ini ciri-ciri Fintech Bodong

  1. Tidak memiliki izin resmi.
  2. Tidak ada identitas pengguna dan alamat kantor yang jelas.
  3. Pemberian pinjaman sangat mudah.
  4. Informasi bunga/biaya pinjaman dan denda tidak jelas.
  5. Bunga/biaya pinjaman tidak terbatas.
  6. Total pengembalian (termasuk denda) tidak terbatas.
  7. Penagihan tidak ada batas waktu.
  8. Akses ke seluruh data yang ada di ponsel.
  9. Ancaman teror kekerasan, penghinaan, pencemaran nama baik, menyebarkan foto/video pribadi.
  10. Tidak memiliki layanan pengaduan.

4 dari 5 halaman

Tips Jitu Hindari Investasi Bodong

Dream – Sahabat Dream, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mempersiapkan masa depan adalah investasi. Ada beragam sektor yang bisa digunakan untuk investasi, seperti properti, emas, atau reksa dana.

Kini sudah banyak perusahaan yang menawarkan produk investasi. Tentunya dengan imbal jasa yang menggiurkan.

Meski begitu, kamu tetap harus hati-hati sebelum menjatuhkan pilihan berinvestasi ke lembaga tertentu. Ini karena banyak lembaga yang menawarkan investasi namun ternyata hanya abal-abal alias bodong.

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ada lima entitas investasi paling anyar yang dihentikan. Kelima entitas ini telah dipanggil untuk menjelaskan legalitas dan kegiatan usahanya. 

OJK menghentikan usaha kelima entitas ini karena dianggap tidak rasional. Lima entitas ini memberikan imbal hasil yang terlalu tinggi, tak berizin, tak memiliki produk yang dijual, dan menyalahgunakan logo OJK.

Sebelum berinvestasi, lebih baik Sahabat Dream mencermati terlebih dahulu ciri-cirinya. Dikutip dari berbagai sumber, ada empat ciri investasi bodong.

Ciri pertama, entitas menyajikan tingkat pengembalian modal yang tinggi. Jika ada yang menawarkan investasi tinggi, bahkan lebih dari 40 persen, kamu harus curiga.

Ciri kedua investasi bodong yaitu menawarkan bonus jika berhasil merekrut anggota baru, menggunakan pemuka agama untuk promosi, dan investasi yang aman.

Lalu, bagaimana cara menghindarinya? Ada tiga hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindar dari investasi ini.

Pertama, kamu harus memastikan pihak yang menawarkan investasi itu mengantongi izin dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan dan tercatat sebagai mitra pemasar.

Kedua, pastikan juga lembaga ini juga menawarkan produk investasi. Jangan sampai menanamkan modal untuk sesuatu yang tidak ada.

Yang ketiga, Sahabat Dream juga harus memastikan logo instansi atau lembaga pemerintah di media penawarannya, juga dilakukan sesuai dengan aturan. Jangan sampai ada lembaga yang menggunakan logo pemerintah, eh, ternyata hanya modus untuk menipu. (ism) 

5 dari 5 halaman

Kenali Ciri-Ciri Investasi Bodong supaya Tak Tertipu

Dream - Akhir-akhir publik dihebohkan berbagai pemberitaan mengenai investasi ilegal. Mulai dari ribuan orang yang tertipu berinvestasi di Pandawa Grup, hingga ribuan jemaah yang tertipu PT First Anugerah Karya atau First Travel.

Ketua Satgas Waspada Investasi OJK, Tongam Lumban Tobing menyarankan masyarakat untuk mengenali ciri-ciri investasi ilegal alias bodong. Yang pertama, jika ada suatu tawaran investasi yang menyajikan tingkat pengembalian modal yang tinggi merupakan tahap pertama untuk dicurigai sebagai investasi ilegal.

Ciri berikutnya yakni adanya penawaran investasi tersebut tidak ada resiko sama sekali.

" Investasi itu pasti ada resikonya, nggak mungkin nggak ada risiko," kata Tongam di Hotel Grand Savero Bogor, Jawa Barat, ditulis Senin 11 September 2017.

Lumban melanjutkan, ciri lainnya yakni mengenai adanya perekrutan anggota baru dengan adanya iming-iming bonus bagi orang yang dapat merekrut anggota baru. Kemudian, adanya penyalahgunaan testimoni pemuka agama sebagai alat untuk promosi.

" Adanya janji penarikan dana yang mudah, aset yang diinvestasikan aman," ujar dia.

Terakhir, kata Lumban, pelajari badan hukum tempat investasi. Jika badan hukumnya tidak jelas, sebaiknya tidak melakukan investasi.

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi