78,6 Persen Transaksi Nasabah BRIsyariah Dilakukan Via Mobile Banking

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 2 Juni 2020 15:36
78,6 Persen Transaksi Nasabah BRIsyariah Dilakukan Via Mobile Banking
Total transaksi melalui mobile banking BRIsyariah melonjak selama pandemi corona.

Dream – Transaksi nasabah PT BRISyariah Tbk melalui aplikasi mobile banking mengalami lonjakan selama imbauan tinggal di rumah mencegah penyebaran Covid-19. Tercatat total frekuensi transaksi melali BRIS Online mencapai 11,5 juta kali atau naik 36 persen dari kondisi sebelum pandemik. 

Dikutip dari Merdeka.com, Selasa 2 Juni 2020, tercatat total transaksi mobile BRIS Online mencapai 78,6 persen dari total transaksi keseluruhan hingga akhir Mei 2020. Ini diikuti dengan transaksi melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM) sebesar 15,81 persen. Sisanya melalui teller dan internet banking.

Jenis transaksi yang banyak dilakukan nasabah melalui BRIS Online berupa transfer dana dan isi uang elektronik.

“ Kami akan terus memaksimalkan pemanfaatan teknologi dalam melayani nasabah, terutama saat penerapan The New Normal nanti kalau sudah berjalan. Nasabah BRIsyariah bisa memaksimalkan aplikasi BRIS Online yang lebih aman dan nyaman pada masa pandemi seperti ini,” kata Direktur Operasional BRI Syariah, Fahmi Subandi, di Jakarta.

1 dari 6 halaman

Tawarkan Beragam Fitur

Melalui aplikasi mobile banking ini, anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) menawarkan beragam fitur bermanfaat. Mulai dari pembayaran pendidikan sampai pajak e-samsat. Fitur tersebut juga menyediakan fitur-fitur lainnya seperti pencarian masjid dan juz amma.

" Meskipun kita menghadapi tantangan pandemi Covid-19, BRIsyariah terus fokus meningkatkan kinerja untuk memaksimalkan potensi perbankan syariah Indonesia yang sangat besar, terutama melalui layanan digital, di mana masyarakat semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi,” kata Fahmi.

Bank syariah ini juga memastikan semua protokol kesehatan pencegahan penularan corona yang ada di area operasional bisa dijalankan dengan baik.

Dalam internal business process, BRIsyariah juga sudah mengembangkan sistem yang memungkinkan tenaga pemasar pembiayaan memproses pengajuan pembiayaan nasabah di luar kantor. Aplikasi i-Kurma yang telah diluncurkan pada 2019 dapat memangkas waktu proses pengajuan pembiayaan secara signifikan.

2 dari 6 halaman

Aset BRIsyariah Bakal Tambah Triliunan Rupiah Berkat Qanun Aceh

Dream – Portofolio PT BRISyariah diperkirakan bakal bertambah belasan triliun rupiah yang ditargetkan tercapai di akhir tahun ini. Penambahan tersebut tak terlepas dari aturan lembaga keuangan di Aceh Nanggroe Salam yang harus beroperasi menggunakan prinsip syariah paling lambat tahun 2021. 

Ketentuan lembaga keuangan di Aceh harus menggunakan prinsip syariah tertuang dalam Qanun Aceh.

“ Semua lembaga perbankan dan lain-lain hanya boleh melayani syariah. Yang konvensional ditutup dan diganti dengan syariah,” kata Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah, Kokok Alun Akbar, dalam konferensi pers virtual di Jakarta, ditulis Rabu 6 Mei 2020.

 

 © Dream

 

Alun mengatakan, per April 2020, pihaknya sudah membuka 11 kantor cabang, 15 kantor cabang pembantu, dan 141 unit lembaga syariah bank umum (LSBU) di Aceh. Secara bertahap, portofolio bank konvensional akan ditransfer ke syariah.

“ Kalau sudah sebagian besar akuisisi dialihkan, yang konvensional akan ditutup. Nantinya hanya akan ada kantor BRIsyariah,” kata dia.

Nasabah yang tidak bersedia menggunakan layanan syariah, diminta untuk bertransaksi di luar Aceh, misalnya Medan.

3 dari 6 halaman

Konversi Dana Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Alun mencatat, per 2019, BRIsyariah sudah mengkonversi dana dari konvensional ke syariah sebesar Rp1,3 triliun dan pembiayaan Rp943 miliar. Hingga April 2020, sudah ada Rp1,7 triliun dana yang telah dikonversi ke syariah dan pembiayaan Rp1,9 triliun.

Dikatakan bahwa masih ada sisa dana sekitar Rp6 triliun untuk dikonversi dan pembiayaan Rp7 triliun. Alun menargetkan konversi portofolio rampung tahun ini.

“ Kalau sudah berhasil konversi, ini akan menambah portofolio BRIsyariah sebesar 30 persen,” kata dia. 

4 dari 6 halaman

Laba BRIsyariah di 3 Bulan Pertama Tahun Ini Meroket 150%

Dream – PT BRIsyariah Tbk membukukan laba bersih sebesar Rp75,15 miliar pada kuartal I 2020. Raihan anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini meroket 150 persen dibandingkan periode yang sama setahun lalu sebesar Rp30,6 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang asetnya yang jga bertambah 9,51 persen dari Rp38,56 triliun pada kuartal I 2019 menjadi Rp42,23 triliun.

“ Kami juga tumbuh signifikan di pembiayaan,” kata Direktur Bisnis Komersial BRIsyariah, Kokok Alun Akbar, dalam press conference virtual, Selasa 5 Mei 2020.

 

 © Dream

 

Alun melaporkan pembiayaan BRIsyariah tumbuh 34,28 persen dari Rp22,68 triliun pada triwulan I 2019 menjadi Rp30,45 triliun pada triwulan I 2020. Rinciannya, pembiayaan komersial naik 10,53 persen dari Rp8,94 triliun pada triwulan I 2019 menjadi Rp9,88 triliun pada triwulan I 2020.

Sementara itu, pembiayaan retail naik 49,74 persen dari Rp13,74 triliun pada triwulan I 2019 menjadi Rp20,57 triliun pada triwulan I 2020.

“ Pembiayaan naik signfikan (karena) di-drive oleh pertumbuhan pembiayaan di ritel,” kata dia.

5 dari 6 halaman

Sektor UKM Dorong Pembiayaan Ritel

Dari segmen ritel, sektor UKM menjadi pendorong dengan pertumbuhan 71,03 persen menjadi Rp6,07 triliun. Diikuti kontribusi segmen mikro yang naik 63,55 persen menjadi Rp5,57 triliun secara yoy dan konsumer 31,66 persen sebesar Rp8,93 triliun.

Alun mengatakan NPF turun dari 4,34 persen pada triwulan I 2019 menjadi 2,95 persen pada triwulan I 2020.

“ NPF yang turun mencerminkan keberhasilan kami dalam memperbaiki kualitas aset,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Dana Murah Tumbuh 77 Persen

Pertumbuhan dana murah (CASA) mencapai 77,51 persen (yoy). Salah satu faktor pertumbuhan CASA BRIsyariah adalah tabungan payroll yang tumbuh 46 persen yoy dari Rp429,6 milyar pada triwulan I 2019 menjadi Rp627,2 milyar.

Tabungan payroll memang menjadi salah satu fokus BRIsyariah dalam mengembangkan bisnisnya.

Dari sini, kata Alun, ekspansi pasar bisa didapat dengan pemilihan secara selektif. Peningkatan tabungan payroll membuka potensi pertumbuhan penyaluran pembiayaan salary based financing.

“ Kami menganggap salary based financing sebagai segmen yang berdaya tahan tinggi terhadap Covid-19,” kata dia.

Beri Komentar