Indeks Syariah Kompak Menguat, Lantai Bursa Diguyur Rp10 T

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Jumat, 19 Juli 2019 16:55
Indeks Syariah Kompak Menguat, Lantai Bursa Diguyur Rp10 T
Efek penurunan suku bunga BI masih terasa.

Dream - Bursa saham Indonesia bergerak naik mengikuti laju pergerakan bursa regional yang memberi sinyal positif. Sentimen masih berlangsungnya tren naik jangka pendek turut mendorong pelaku pasar melakukan aksi beli selektif. 

Keputusan Bank Indonesia yang memangka suku bunga acuan 0,25 persen menjadi 5,75 persen menambah daya dorong indeks di pasar modal Indonesia. 

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat, 19 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) ditutup menguat 1,351 poin (0,72%) ke level 189,010. ISSI terus melaju di zona positif setelah dibuka di level 188,140 pada sesi pra-pembukaan.

Aksi beli juga terjadi pada saham-saham unggulan syariah. Investor yang mengoleksi emiten bluechips ini membuat Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 3,860 poin (0,55%) ke level 699,861.

Sementara Indeks JII70 menanjak 1,796 poin (0,78%) ke level 231,560.

Sentimen positif dari dalam dan luar negeri membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 53,245 poin (0,832%) ke level 6.456,539.

Transaksi perdagangan saham jelang libur akhir pekan ini naik signifikan. Dengan total frekuensi perdagangan saham 508.141 kali, nilai transaksi harian saham di BEI mencapai Rp 9,7 triliun.

1 dari 5 halaman

Indeks Sektor Industri Dasar dan Manufaktur Meroket

Sentimen positif ini membuat investor bersemangat melantai di bursa. Mereka membeli saham-saham, terutama di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks ini melesat masing-masing 2,48 persen, 1,44 persen, dan 1,42 persen.

Hanya indeks sektor industri aneka yang melorot 0,22 persen menyambut libur akhir pekan ini.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah SILO yang harga sahamnya terangkat Rp800. Disusul TPIA Rp375, CPIN Rp350, INTP Rp350, dan POLU Rp315.

Sebaliknya, harga saham AALI turun Rp100, MAPA Rp100, MINA Rp100, TCPI Rp100, dan BTPS Rp80.

Pada pukul 16.13, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat. Mata uang dolar AS melemah 45 poin (0,32%) ke level Rp13.915.

2 dari 5 halaman

Wait and See Jelang RDG BI, Indeks Syariah Tiarap

Dream - Indeks syariah kembali tak bertenaga saat menutup perdagangan tengah pekan, Rabu, 17 Juli 2019. Aksi tunggu investor jelang Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia disambut waspada pelaku pasar.

Sentimen aksi jual investor asing turut mempengaruhi sikap pelaku pasar ditambah lagi dengan kurs rupiah yang bergerak melemah.

Bulan lalu para analis luput memprediksi sikap BI yang awalnya diperkirakan akan menurunkan suku bunga acuan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), hari ini menghabiskan seluruh waktu perdagangannya di zona merah. Dibuka di level 187,112 di sesi pra-pembukaan, ISSI menutup sesi jual beli saham dengan melemah 0,539 poin (0,29%) ke level 186,508.

Aksi tiarap juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang ditutup dengan koreksi 2,581 poin (0,37%) ke level 690,260. Sementara Indeks JII70, melorot 0,572 poin (0,25%) ke level 228,079.

Munculnya aksi jual asing jelang pertemuan BI mendorong Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 7,271 poin (0,11%) ke 6.394,609.

3 dari 5 halaman

Indeks Industri Aneka Anjlok

Sikap wait and see ini membuat investor cenderung melepas saham di hampir semua sektor. Koreksi tertinggi dialami indeks sektor industri aneka yang merosot sampai 3,66 persen.

Sebaliknya, saham di sektor barang konsumsi masih bergerak naik 0,96 persen.

Harga saham UNVR menjadi top gainer saham syariah dengan menguat Rp500. Disusul UNIC yang naik Rp340, SILO Rp300, MINA Rp240, dan ICBP Rp200.

Sebaliknya, top losser saham syariah dihuni emiten ASII yang terkoreksi Rp350, FIRE Rp320, JECC Rp275, INTP Rp250, dan TGKA Rp210.

Dari pasar keuangan, kurs dollar AS sore ini bergerak menguat. Pada pukul 16.08, dolar AS naik 8 poin (0,06%) menjadi Rp13.928 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Minim `Angin Baik`, Indeks Syariah Berguguran

Dream - Pelaku pasar modal Indonesia mulai melakukan aksi wait and see jelang rilis kinerja emiten untuk kuartal II-2019. Aksi tersebut membuat indeks saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), termasuk tiga indeks syariah, berguguran.

Tekanan jual pada saham infrastruktur membuat laju indeks saham tak leluasa bergerak naik. Ditambah sentimen positif yang minim masuk ke lantai bursa. 

Pada penutupan perdagangan harian BEI, Selasa, 16 Juli 2019, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) terkoreksi 0,382 poin (0,20%) ke level 187,047. ISSI memulai sesi perdagangan dengan menguat ke level 187,552 di sesi pra-pembukaan.

Penguatan ISSI hanya berlangsung selama 40 menit perdagangan pertama. ISSI yang mulai mengalami tekanan masuk zona negatif dan mendekam lemah hingga sesi penutupan.

Koreksi juga dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang merosot 1,801 poin (0,26%) ke level 692,841. Sementara indeks JII70 merosot 0,574 poin (0,25%) ke level 228,651.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 16,354 poin (0,25%) ke level 6.401,880.

5 dari 5 halaman

Minim Sentimen Positif

Minimnya sentimen positif di pasar membuat investor menahan diri untuk membeli saham, terutama di sektor industri dasar dan properti. Indeks sektor industri dasar melemah 0,91 persen dan properti 0,69 persen.

Penguatan indeks pertambangan sebesar 0,64 persen, industri aneka 0,18 persen, dan barang konsumsi 0,07 persen tak cukup kuat menahan laju pelemahan.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah GMTD yang harga sahamnya naik Rp1.025, TCID Rp300, PRDA Rp200, ISAT Rp130, dan TMAS Rp130.

Sebaliknya, yang menjadi top loser kali ini adalah SILO yang harga sahamnya terkoreksi Rp350, UNTR Rp225, INTP Rp200, SMGR Rp150, dan SSTM Rp125.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp13.919.(Sah)

Beri Komentar
(Deep Dream) Menteri PAN-RB Buka-bukaan Soal PNS Kerja dari Rumah dan Single Salary