Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream – Pemerintah akan memberlakukan harga baru untuk Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk periode 1 Oktober 2016-31 Desember 2016. Dari hasil perhitungan sementara, harga BBM bersubsidi jenis premium dan solar bakal turun.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), I. G. N. Wiratmaja, menjelaskan, dari hasil perhitungan tersebut diketahui harga premium turun Rp300 per liter. Sebaliknya, harga solar seharusnya mengalami kenaikan Rp500-Rp600 per liter.
Hasil perhitungan tersebut sudah disampaikan kepada Pelaksana Tugas Menteri ESDM, Luhut Binsar Pandjaitan.
“Tentu (penetapan harga BBM ini berdasarkan) wisdom pimpinan kami. Kami akan melihat apakah harga BBM akan berubah atau tetap. Penetapan harga ini juga mempertimbangkan aspek kondisi perekonomian Indonesia,” kata Wiratmaja ketika dihubungi Dream, di Jakarta, Rabu 28 September 2016.
Wiratmaja menjelaskan dari hasil evaluasi harga BBM periode Oktober-Desember 2016, Kementerian ESDM akanmenilai apakah harga premium dan solar yang selama ini ditetapkan pemerintah bisa menghasilkan untung atau rugi.
Jika hasil evaluasi harga BBM bersubsidi di akhir tahun menunjukan adanya kelebihan, dana tersebut akan disetor kepada negara atau disimpan Pertamina untuk stabilisasi harga tahun depan.
"Kalau minus, (kerugiannya) bisa saja ditutup dari dividen,” kata dia.
Sekadar informasi, harga BBM yang berlaku saat ini—periode 1 Juli 2016—30 September 2016—adalah harga BBM yang ditetapkan pada 1 April 2016. Pemerintah menurunkan harga premium penugasan dan solar bersubsidi sebesar Rp500 per liter.
Harga premium saat ini dijual Rp6.450 per liter atau turun Rp500 per liter dari Rp6.950 per liter. Sedangkan harga solar bersubsidi turun dari Rp5.650 per liter menjadi Rp5.150 per liter.(Sah)
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS