Asing Kurangi Jual Saham, Indeks Syariah Ditutup Menguat

Reporter : Syahid Latif
Rabu, 18 November 2015 16:22
Asing Kurangi Jual Saham, Indeks Syariah Ditutup Menguat
Asing mengurangi aksi jual saham dengan nett sell Rp 3,43 miliar.

Dream - Bursa syariah berhasil mengatasi derasnya aksi jual investor. Meski tertekan jelang penutupan, indeks acuan saham syariah ditutup menguat.

Emiten infrastruktur dan industri dasar menjadi motor penggerak Bursa Efek Indonesia (BEI).

Pada penutupan perdagangan BEI, Rabu, 18 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,607 poin (0,43%) ke level 141,726.

Indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga menanjak 4,493 poin (0,76%) ke level 593,792.

Kedua indeks acuan saham syariah ini sempat bergerak lemah di awal sesi perdagangan. Melaju fluktuatif, ISSI sempat jatuh ke level terendah 589,00. Seiring munculnya aksi beli investor, ISSI pun kembali ke zona positif.

Meski menguat, kedua indeks saham ini justru banyak dihuni emiten yang bergerak melemah. Tercatat 98 emiten syariah ditutup melemah dan 62 lainya berhasil bertahan di zona hijau.

Dengan transaksi jual beli saham syariah Rp 2,78 triliun, sebanyak 13 emiten bluechips juga sukses menutup perdagangan di zona hijau.

Dua produsen semen terbesar di Indonesia kembali menjadi motor indek syariah. SMGR dan INTP menjadi pemuncak top gainer JII usai naik Rp 400 dan Rp 325 per saham. Disusul PGAS Rp 300, ITMG Rp 225, dan ICBP Rp 150 per saham.

Di jajaran top losser bertengger saham-saham seperti UNVR yang turun Rp 500, LPPF Rp 425, AKRA Rp 250, AALI Rp 225, dan INCO Rp 55 per saham.

Kendati bursa syariah membuat, kondisi bursa saham Indonesia justru mengalami tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 3,037 poin (0,07%) ke level 4.497,910.

Investor asing mulai mengurangi aksi jual sahamnya di perdagangan tengah pekan ini. Asing mencetak nett sell Rp 3,43 miliar. 

 

Beri Komentar