Belah Gunung, Rahasia Sukses Saudagar Tiongkok

Reporter : Kurnia
Jumat, 21 Agustus 2015 08:33
Belah Gunung, Rahasia Sukses Saudagar Tiongkok
Etnis Tionghoa memiliki nilai-nilai hidup dalam berbisnis. Salah satunya adalah cerita kakek membelah gunung

Dream - Kesuksesan etnis Tionghoa di Indonesia dalam membangun bisnis tak bisa dipungkiri. Ketekunan dan keuletan sering disematkan sebagai karakter mereka.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Komaruddin Hidayat, mengatakan keberhasilan masyarakat etnis Tionghoa dalam perekonomian didukung nilai-nilai yang mereka anut sebagai pandangan hidup.

“ Ada satu nasihat klasik yang menjadi ideologi orang Tionghoa yaitu orang tua tolol membelah gunung,” ujar Komaruddin Hidayat dalam seminar Penguatan Ekonomi Nasional melalui Peningkatan Kualitas Manusia di Jakarta, seperti dikutip Dream, Jumat, 21 Agustus 2015.

Nasihat tersebut berasal dari kisah lokal mengenai sebuah keuarga petani di sebuah desa yang tinggal di balik gunung. Untuk menjual hasil pertanian serta mendapatkan kebutuhan sehari-harinya, keluarga tersebut mesti berjalan kaki memutari gunung dan menghabiskan waktu yang lama.

“ Kemudian mereka berpikir untuk membelah gunung tersebut, agar mempermudah jalan mereka,” lanjut Komaruddin Hidayat.

Pekerjaan tersebut kemudian tidak selesai hingga pasangan suami istri yang memulai proyek pembelahan gunung itu mangkat. Namun, demi cita-cita mempermudah akses perjalanan, anak-anak beserta cucu mereka melanjutkannya.

“ Setelah beberapa generasi, akhirnya gunung itu terbelah dan desa itu menjadi makmur,” kisah Komaruddin Hidayat.

“ Maknanya, orang Tionghoa itu solid dan punya visi yang jauh ke depan. Jadi gunung itu bisa diartikan kebodohan atau kemiskinan.”

Selain itu, menurut Komaruddin, warga etnis Tionghoa adalah orang-orang yang berbakti kepada orang tua serta cinta negara dan kedamaian.

Hal tersebut terbukti ketika Laksamana Cheng Ho melakukan ekspedisi ke wilayah Indonesia pada abad ke-15, tidak seperti bangsa Eropa yang membawa senjata, ia hanya melakukan misi perdagangan serta kebudayaan tanpa membawa senjata.

“ Dalam Konfusianisme, ada beberapa nasihat menarik yaitu prinsip berbakti kepada orang tua, cinta negara, serta di empat penjuru lautan kita semua bersaudara,” tutur Komaruddin Hidayat.

Beri Komentar