Aturan Baru Pembelian Solar Subsidi Wajib Terdaftar Website Pertamina Berlaku Besok, Cek Jatah Volume dan Daerahnya

Reporter : Okti Nur Alifia
Rabu, 25 Januari 2023 07:36
Aturan Baru Pembelian Solar Subsidi Wajib Terdaftar Website Pertamina Berlaku Besok, Cek Jatah Volume dan Daerahnya
Pemilik mobil yang belum mendaftarkan kendaraannya di website Pertamina hanya diberikan jatah pembelian sebanyak 20 liter per hari.

Dream - PT Pertamina Patra Niaga akan memberlakukan ketentuan pembelian solar bersubsidi kepada pembeli terdaftar mulai besok, (Kamis, 26 Januari 2023). Aturan baru ini sementara akan diberlakukan di enam provinsi di Pulau Jawa dan Bali.

Pembeli solar bersubsidi harus sudah mendaftarkan kendaraannya di website Subsidi Tepat My Pertamina yakni subsudittepat.mypertamina.id.

Kebijakan sistem pembelian baru solar bersubsidi ini seiring dengan diberlakukannya uji coba full cycle yakni penerapan program subsidi tepat secara menyeluruh solar subsidi Pertamina.

Melalui website tersebut, konsumen diharuskan mengisi data diri lengkap seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), STNK dan foto kendaraan hingga dokumen pendukung lainnya.

Aturan ini juga sesuai dengan surat keputusan BPH Migas Nomor 04/P3JBT/BPHMIGAS/KOM/2020 mengenai pengendalian penyaluran jenis BBM tertentu, kuota solar subsidi ditetapkan untuk setiap kendaraan.

1 dari 3 halaman

Untuk jenis kendaraan pribadi kendaraan roda empat, volume pembelian maksimal per hari yang diizinkan sebanyak 60 liter. Sementara angkutan umum orang atau barang dengan kendaraan roda empat mendapat alokasi cukup besar yakni 80 liter per hari.

Sedangkan untuk angkutan umum orang atau barang dengan roda kendaraan 6 maksimal 200 liter per hari.

Pemilik kendaraan yang belum mendaftarkan mobilnya masih bisa mengisi solar bersubsidi namun dengan volume yang dibatasi.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting menjelaskan konsumen tidak terdaftar pada website MyPertamina hanya boleh membeli solar subsidi sebanyak 20 liter per hari.

" Yang belum terdaftar masih bisa dilayani dengan batasan maksimum 20 liter per hari. Setelah sebelumnya bulan Desember full cycle diterapkan di beberapa wilayah Jawa Tengah, per 26 Januari 2023 akan ditetapkan jenis biosolar gelombang 1," ujar Irto, dikutip dari Merdeka.com, Selasa, 24 Januari 2023.

2 dari 3 halaman

Irto merincikan daerah yang akan diberlakukan pembatasan pada tanggal 26 Januari di antaranya:

Provinsi Banten:
Kab. Serang, Kota Cilegon, Kota Serang,

Provinsi DKI Jakarta:
Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara.

Provinsi Jawa Barat:
Kab. Bekasi, Kab. Bogor, Kab. Cirebon, Kab. Garut, Kab. Indramayu, Kab Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Subang, Kab. Sukabumi, Kab.Tasikmalaya, Kota Bekasi, Kota Bogor, Kota Cimahi, Kota Depok, Kota Sukabumi, Kota Tasikmalaya,

Provinsi DI Yogyakarta:
Kab. Bantul, Kab. Kulon Progo, Kota Yogyakarta.

3 dari 3 halaman

Provinsi Jawa Tengah:
Kab. Batang, Kab. Brebes, Kab. Demak Kab. Karanganyar, Kab. Magelang, Kab. Pati, Kab. Pemalang, Kab. Semarang, Kab. Tegal, Kab. Wonosobo, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Tegal,

Provinsi Jawa Timur
Kab. Banyuwangi, Kab. Bojonegoro, Kab. Jombang, Kab. Lamongan, Kab. Madiun, Kab. Malang, Kab. Pacitan, Kab. Ponorogo, Kab. Sidoarjo, Kab. Situbondo, Kab. Tuban, Kota Batu, Kota Malang, Kota Surabaya.

Provinsi Bali:
Kab. Badung, Kab. Bangli, Kab. Gianyar, Kab. Tabanan, Kota Denpasar.

Beri Komentar