BI Rate Naik, Indeks Syariah dan Rupiah Ikut Terkerek

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 15 Agustus 2018 16:55
BI Rate Naik, Indeks Syariah dan Rupiah Ikut Terkerek
Indeks sektor pertanian melesat tinggi.

Dream - Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga BI bunga acuan BI rate disambut positif pelaku pasar. Antisipasi terhadap kondisi ekonomi global yang tengah memanas untuk sementara bsai menenangkan pelaku pasar.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), indeks acuan saham syariah serta kurs rupiah terhadpa dollar AS bergerak menguat. 

Dikutip dari data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 15 Agustus 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), merangkak naik 1,545 poin (0,91%) ke level 171,954.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), menanjak 7,430 poin (1,2%) ke level 628,109. Indeks JII70 juga menguat 2,691 poin (1,29%) ke level 210,836.

IHSG menguat 46,717 poin (0,81%) ke level 5.816,590.

Aksi beli saham ini membuat harga 125 saham syariah terangkat. Setelah kemarin dilanda kepanikan akibat sentimen Turki, nilai perdagangan saham syariah kembali berangsur normal dengan transaksi mencapai Rp3,99 triliun dari 43,06 miliar lembar saham yang berpindah tangan.

Langkah antisipatif bank Indonesia membuat investor kembali ramai melantai di bursa saham. indeks sektor sektor pertanian menjadi sasaran investor dengan melesat 5,85 persen. Kenaikan indeks ini disusul oleh infrastruktur yang naik 1,73 persen, industri aneka 1,55 persen, dan pertambangan 1,20 persen.

Hanya ada satu indeks sektoral yang bergeram melemah yaitu properti yang terpeleset 0,28 persen.

Emiten bluechip syariah pencetak top gainer adalah ITMG yang harga sahamnya melonjak Rp850, SMGR Rp400, ICBP Rp350, INTP Rp325, EXCL Rp190.

Sebaliknya, saham UNVR terkoreksi Rp200, PTBA Rp130, WSKT Rp55, UNTR Rp50, dan CTRA Rp35.

Dari pasar uang, dolar lengser dari posisi Rp14.600. Ketika pasar ditutup, kurs rupiah menguat 26 poin (0,18%) ke level Rp14.558 per dolar AS.

1 dari 1 halaman

BI Naikkan BI Rate

Dream – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan. Suku bunga BI naik 25 basis poin menjadi 5,5 persen.

“ Rapat Dewan Gubernur BI pada 14-15 Agustusw 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-day Repo Rate atau suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,5 persen," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, di Jakarta, Rabu 15 Agustus 2018, dikutip dari laman Merdeka.com.

Perry mengatakan keputusan menaikkan suku bunga acuan ini diambil untuk menjaga daya tarik pasar di Indonesia. Selain itu, kenaikan tersebut juga bertujuan untuk menjaga defisit transaksi berjalan atau Current Account Defisit (CAD).

Beri Komentar