Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Perubahan peraturan yang masif di sektor asuransi syariah (takaful) di negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dalam 12 bulan terakhir dikhawatirkan bisa mengakibatkan goncangan di sektor tersebut.
Meski pun disiapkan memberikan manfaat jangka panjang dalam hal manajemen modal, likuiditas, pengendalian dan tata kelola perusahaan, namun perusahaan asuransi regional menilai ketentuan baru itu akan menambah pengeluaran.
Regulasi di Oman mewajibkan persyaratan kebutuhan modal minimum dua kali lipat. Di Kuwait dan Uni Emirat Arab, mewajibkan perusahaan takaful memiliki aset likuid. Sementara solvabilitas di Bahrain kini diperketat.
Analis S & P memperkirakan perubahan ini akan berefek tekanan jangka pendek seperti meningkatnya biaya-biaya. Di sisi lain, perusahaan takaful sudah berjuang untuk mengelola rasio biaya yang tinggi karena kecilnya skala ekonomi.
Meskipun pertumbuhan premi tahun-ke-tahun lebih dari 10 persen di sebagian besar pasar GCC, sektor asuransi di GCC sudah tinggi. Persaingan di bisnis ini sangat tinggi. Asuransi di wilayah Teluk didominasi oleh asuransi kesehatan dan proteksi kendaraan.
Lebih dari 70 perusahaan asuransi berbasis syariah di GCC bersaing untuk memperebutkan pendapatan premi hampir US$ 10 miliar, yang sekitar 80 persen berada di Arab Saudi.
" Menurut pendapat kami, perusahaan takaful belum mampu memberi penawaran produk asuransi yang lebih beragam seperti asuransi konvensional. Mereka menargetkan basis pelanggan yang sama, terutama di pasar asuransi kendaraan bermotor yang sangat kompetitif," kata Ali Karakuyu, seorang analis S & P yang berbasis di London seperti dikutip laman Zawya, Selasa, 28 Juli 2015.
Meski mereka bisa menjual produk dengan basis pelanggan yang berbeda pula, perusahaan takaful di GCC tetap akan sulit mengalami pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sebagian besar negara GCC telah mengubah aturan takaful dan mulai berjalan pada 2015 ini.
Di Bahrain, selain solvabilitas diperketat, perusahan takaful wajib menambahkan modal dan melakukan laporan keuangan setiap tahun.
Di UEA, baik asuransi konvensional dan takaful harus mengikuti standar solvabilitas yang baru, termasuk perhitungan modal dan menjalankan fungsi manajemen risiko dan portofolio investasi yang lebih terstruktur.
Di Oman, peraturan baru melarang perusahaan untuk menjual produk takaful kecuali mereka benar-benar lembaga keuangan syariah dan memenuhi persyaratan Otoritas Pasar Modal Oman. Qatar termasuk longgar dalam aturan pasar takaful.
Di Arab Saudi, perusahaan takaful diminta mengadopsi penentuan harga yang lebih berbasis risiko. Hal ini memicu kenaikan harga lebih dari 10 persen di beberapa perusahaan.
Kuwait tertinggal dari negara-negara tetangga dan satu-satunya negara GCC yang tidak memiliki pengawas asuransi independen.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya