Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Barang Imitasi (kaganga.com)
Dream - Praktik berdagang barang imitasi atau lebih dikenal dengan istilah KW banyak terjadi di sekitar kita. Barang tiruan memiliki peminat yang cukup besar.
Miringnya harga menjadi salah satu faktor banyaknya peminat barang palsu. Tetapi, praktik itu tentu merugikan produsen barang aslinya.
Lantas bagaimana hukum praktik ini?
Dalam jual beli ini, terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Salah satunya adalah tidak boleh memberikan informasi dusta kepada pembeli terkait barang yang dijual.
Terkait dengan praktik berdagang barang imitasi, Syeikh Muhammad 'Ali Farkus memberikan penjelasan.
"Siapa saja yang menjual produk imitasu dengan kesan seakan-akan (barang tersebut) asli maka dia bukanlah orang yang bisa dipercaya dan bukanlah orang yang menghendaki kebaikan untuk konsumen."
Jika memang terpaksa, maka pedagang harus memberitahukan barang yang dia jual adalah imitasi. Dengan begitu, dia tidak membohongi pembeli.
Selengkapnya, baca pada tautan ini.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari