Habiskan Rp294 Juta, Wanita Pengacara Borong 1.500 Sepatu

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 31 Juli 2019 10:19
Habiskan Rp294 Juta, Wanita Pengacara Borong 1.500 Sepatu
Akan dikemanakan sepatu-sepatu itu?

Dream – Seorang wanita pengacara di Arkansas, Amerika Serikat memborong 1.500 pasang sepatu di Payless Shoesource. Wanita ini merogoh kocek US$21 ribu atau Rp294 juta untuk membeli ribuan pasang sepatu itu.

Dikutip dari People, Rabu 31 Juli 2019, wanita yang diketahui bernama Carrie Jernigan membeli sepatu untuk anak tertuanya di Payless. Sang anak bertanya kepadanya apakah dia bisa membelikan sepatu untuk seorang teman.

Dikatakan bahwa teman sang anak memakai sepatu yang kekecilan. “ Saya berkata, tentu saja,” kata dia yang sempat bertanya ke pramuniaga tentang stok sisa sepatu itu.

Pramuniaga melihat Carrie dengan wajah bingung. Manajer outlet juga ikut turut tangan. Dia mengatakan bahwa ada 200-300 pasang yang tersisa. Dikatakan bahwa sisa sepatu outlet ini baru sampai ini.

Total, Carrie membeli 1.500 pasang sepatu.

“ Saya selalu memberi tahu anak-anak jika kamu bertanya kepada mereka apa yang mereka inginkan ketika mereka dewasa, mereka berkata baik, dan saya tidak peduli apa yang mereka lakukan dalam kehidupan,” kata dia.

1 dari 6 halaman

Disumbangkan

Pengacara berusia 37 tahun ini membawa pulang barang belanjaan dan menyumbangkan 1.100 pasang untuk anak-anak dan sekolah setempat. Sisanya, diberikan kepada orang dewasa yang membutuhkan.

Sekadar informasi, Payless akan menutup 2.100 toko di Amerika Serikat dan Puerto Rico.

“ Payless akan memulai penjualan likuidasi di toko-toko AS dan Puerto Riko pada 17 Februari 2019, dan merobohkan operasi e-commerce,” kata juru bicara Payless.

2 dari 6 halaman

Sepatu Bekas Nike Termahal di Dunia, Terjual Rp2 Miliar

Dream – Sebanyak 100 sepatu sneaker terlangka di New York, Amerika Serikat dilelang di rumah lelang Sotheby. Koleksi sepatu itu berasal dari Nike, Adidas, dan Air Jordan.

Dari 100 pasang sepatu yang dilelang, sepasang alasa kaki mencuri perhatian masyarakat. Sepatu ini berhasil dijual dengan harga selangit.

Dikutip dari Yahoo Sport, Selasa 23 Juli 2019, sepatu itu adalah Nike Waffle Racing Flat Moon Shoe. Harga sepatu ini mencapai US$160 ribu atau sekitar Rp2,23 miliar. Seperti pada lelang-lelang sebelumnya, harga miliaran tersebut tentu setara dengan cerita di baliknya.

Sepatu “ Moon Shoe” ternyata didesain oleh Cofounder Nike, Bill Bowerman.

Sepatu yang dibuat pada 1972 ini terinspirasi dari panggangan wafel milik istrinya, dikutip dari Yahoo Sport. Hanya ada 12 pasang yang dibuat oleh Bowerman.

Sepatu ini memulai debutnya pada Olimpiade 1972 di Eugene, Oregon, Amerika Serikat. Atlet yang memakai sepatu ini adalah Dave Russell seorang atlet pelari marathon.

Russell adalah segelintir atlet yang memilih sepatu dari toko atletik sebelum uji coba. Sepatu ini punya sol yang lembut. Biasanya, pelari maraton terbiasa menggunakan sepatu dengan sol keras sebelum tahun 1972.  

3 dari 6 halaman

Ditekuk Oline Shop, Ritel Sepatu Berumur 63 Tahun Terancam Bangkrut

Dream – Biasanya perusahaan akan mengalami kebangkrutan sekali dalam seumur hidup. Pebisnis akan menjajal bisnis di bidang lain sambil berharap keberutungan berpihak kepadanya. 

Namun kejadian yang dialami sebuah perusahaan ritek toko sepatu di Amerika Serikat ini cukup unik. Masih bisa menghindar di tahun 2017, peritel ini terancam mengalami kebangkrutan untuk kali kedua. 

Paylessb ShoeSource Inc dikabarkan siap-siap masuk masa kebangkrutan keduanya setelah melayangkan permohonan pailit ke pengadilan. Ritel took sepatu ini berencana untuk mengencangkan ikat pinggang dengan memangkas jumlah rantai toko sepatu.

Dikutip dari Bloomberg, Selasa 12 Februari 2019, ritel ini sedang mencari pinjaman untuk melewati masa suram ini dan mendiskusikan rencana untuk menutup sebagian besar tokonya. Kemungkinan besar, toko-toko yang akan ditutup itu ada di Amerika Utara, kata sumber.

Ketika ditanya tentang kabar ini, perwakilan Payless di Kansas, Amerika Serikat, menolak untuk berkomentar.

Perusahaan ini disebut-sebut menjadi ritel yang terbaru dalam gelombang kebangkrutan ritel selama dua tahun terakhir. Perusahaan ritel tumbang karena kalah saing dengan online. Selain kalah bersaing, ritel seperti Toys “ R” Us dan Sears, juga terlilit utang besar.

Setengah lusin ritel di Paman Sam, gulung tikar, seperti Shopko, FullBeauty Brands, Charlotte Russe, Things Remembered dan Gymboree. Peritel terakhir sudah dua kali mencari perlindungan pengadilan bulan lalu dan melikuidasi sebagian besar bisnisnya.

4 dari 6 halaman

Ritel Sepatu yang Berdiri Sejak 1956

Sekadar informasi, Payless yang beroperasi sejak 1956 didirikan untuk menjual sepatu dengan harga terjangkau di pasar swalayan. Malah, ritel ini disebut-sebut sebagai jaringan sepatu terbesar di daerah Barat Amerika.

Kini, perusahaan itu sedang berjuang untuk mengelola utang yang diambil sejak 2012 oleh Golden Gate Capital dan Blum Capital Partners. Payless mengajukan perlindungan kebangkrutan pada April 2017.

Payless muncul dengan toko yang jumlahnya lebih sedikit, mengurangi utang hingga setengahnya, dan kreditor memiliki perusahaan.

Ritel ini mengoperasikan 3.600 outlet di seluruh dunia dan mempekerjakan lebih dari 18 ribu orang. Menurut situsnya, ada 2.700 toko di Amerika Utara.

Payless didirikan pada tahun 1956 dengan tujuan menjual sepatu terjangkau dalam suasana swalayan dan mengatakan itu adalah rantai sepatu khusus terbesar di Belahan Barat.

Perusahaan ini berjuang untuk mengelola utang yang diambil dalam pembelian pada leveraged 2012 oleh Golden Gate Capital dan Blum Capital Partners, mengajukan perlindungan kebangkrutan pada April 2017.

Perusahaan itu muncul dengan lebih sedikit toko, pengurangan utang menjadi setengahnya dan kreditor memiliki perusahaan. Rantai ini mempekerjakan lebih dari 18.000 di seluruh dunia dan mengoperasikan sekitar 3.600 outlet di seluruh dunia, menurut situs webnya, dengan lebih dari 2.700 di Amerika Utara.(Sah)

5 dari 6 halaman

Beli Sepatu Branded Rp13 Juta, 3 Jam Dipakai Malah Begini

Dream – Ketika membeli barang bermerek, di benak kita adalah kualitasnya terjamin. Apalagi dengan harga yang tinggi, tentunya kualitas enggak main-main.

Tapi, jaminan ini tidak berlaku bagi pria malang bermarga Lim. Sebab, sepatu yang baru saja dibeli dengan harga belasan juta rupiah itu rusak setelah beberapa jam dibawa pulang.

Dikutip dari World of Buzz, Rabu 14 November 2018, awalnya sepatu yang dibeli di Pavilion Kuala Lumpur, Malaysia, itu dibanderol 4.590 ringgit atau sekitar Rp17,3 juta ringgit. Tapi ada diskon pada 2 November 2018 itu, Lim cukup menebusnya dengan Rp13,77 juta untuk membeli sepasang sepatu loafer hitam Gucci.

 Alas kakinya malah mengelupas.

Petaka itu terjadi setelah Lim memakai sepatu kulit itu selama tiga jam untuk jalan-jalan bersama teman-temannya. Setelah itu, dia sadar alas kaki sepatu itu mengelupas. Lim malu. “ Teman-teman saya bertanya apakah itu sepatu tiruan,” kata dia.

Keesokan harinya, Lim membawa sepatu itu kembali ke toko dan mengajukannya untuk sepatu baru. Respons karyawan toko ini mengejutkan. Karyawan itu, menurut China Press, justru bersikeras mengirim kembali sepatu ke markas Gucci di Italia untuk penyelidikan.

“ Dua minggu kemudian, karyawan Gucci menelepon saya dan mengatakan masalahnya bukan di cacat produksi, melainkan perilaku konsumen,” kata dia.

6 dari 6 halaman

Diberi Dua Opsi, Tapi

Karyawan itu memberi Lim dua pilihan. Pertama, tetap memakai sepatu itu. Ke dua, karyawan Gucci membantu menempelkan sol baru di sepatu. Opsi mana yang dipilih? Tak ada.

Lalu, dia mengajukan keluhan resmi ke Tribunal for Consumer Claims Malaysia. Tak lama, Lim ditelepon Gucci dan diminta untuk menarik kembali laporannya. Produsen itu akan mengembalikan uang pria ini secara penuh.

Lim menolak dan bersikeras untuk menggunakan haknya secara penuh. Selama proses berlangsung, juru bicara dari Gucci mengklaim bahwa sepatu itu dalam kondisi sangat baik pada saat pembelian dan bahwa sol terbuat dari bahan kulit asli. Oleh karena itu, Lim harus disalahkan karena merusak sepatu.

Akan tetapi, pihak Tribunal for Consumer Claim Malaysia menyebut alasan Gucci tak masuk akal karena sol sepatunya mengelupas begitu cepat. Instansi ini menerima permintaan Lim dan meminta Gucci untuk mengembalikan uangnya secara penuh dan mengirimkan permintaan maaf.

Beri Komentar
Wasiat Terakhir Ustaz Arifin Ilham