Bursa Efek Indonesia (sumber: Http://ANTARAfoto.com)
Dream - Bursa saham syariah tak mampu mempertahankan laju penguatannya menyambut libur akhir pekan. Sentimen negatif bursa regional yang menekan emiten properti dan pertambangan membuat Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) ditutup melemah.
Kabar sedikit melegakan justru hadir dari pemodal asing. Meski masih mencatat nett sell Rp 55 miliar, aksi jual saham asing mulai berkurang signifikan.
Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat, 4 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) turun 0,564 poin (0,40%) ke level 140,391.
Koreksi harga saham yang melanda 23 emiten bluechips syariah mendorong Jakarta Islamic Index (JII) turun 1,754 poin (0,30%) ke level 589,136.
Indeks acuan saham syariah di Indonesia ini bukannya tak melawan aksi pelemahan yang terjadi. Terbukti ISSI sempat masuk zona positif dan menyentuh level tertinggi 141,135.
Sementara indeks JII yang membawa 5 emiten unggulan bluechips syariah ke zona hijau sempat menyentuh level tertinggi di zona hijau 592,575.
Transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp 2,57 triliun dengan 34,17 miliar saham yang berpindahtangan.
Tekanan jual saham juga memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menatap akhir pekan di zona hijau. Turun 17,768 poin (0,40%), IHSG turun ke level 4.415,343.
IHSG yang sempat menembus level tertinggi 4.435,546 berhasil mencetak transaksi perdagangan senilai Rp 4,02 triliun.
Pelemahan bursa saham Indonesia kali ini mengikuti koreksi yang dialami indeks utama bursa Asia. Indeks Nikkei Jepang tercatat anjlok 2,15 persen sedangkan Hang Seng melemah 0,45 persen.
Dari pasar keuangan, kurs rupiah sore ini bertahan stagnan. Kurs Rupiah terhadap dollar AS bertengger di level 14.170.