Dream - Perusahaan analisis data dan media sosial Tagmemics telah mengumpulkan data, menggunakan analisis terhadap lebih dari 10 ribu ulasan di situs perjalanan wisata TripAdvisor dalam sembilan bulan terakhir.
Analisis data itu kemudian diolah untuk menentukan hotel terbaik dan terburuk di Timur Tengah. Selain itu Tagmemics juga menggunakan analisis data itu untuk menentukan bagaimana hotel-hotel melakukan bisnisnya secara online.
Analisis yang digunakan oleh Tagmemics untuk memeringkat hotel disebut analisis sosial yang didasarkan pada pengoperasian dan pelayanan hotel serta pengalaman tamu hotel di Timur Tengah.
Menurut analisis mereka, yang dikutip dari Arabian Business, Jumat, 4 September 2015, hotel terbaik di Timur Tengah adalah Hotel Ritz-Carlton. Hotel ini memperoleh ulasan positif tertinggi dari hotel lainnya. Sebanyak 26,3 persen tamu menganggap Hotel Ritz-Carlton sebagai yang terbaik, unggul, atau menakjubkan di wilayah Timur Tengah.
Sementara itu Hotel Sofitel diklaim sebagai hotel terburuk di Timur Tengah. Hotel ini memperoleh ulasan negatif tertinggi dengan persentase mencapai 10,8 persen di antara pengunjung TripAdvisor.
Hanya mengukur keterlibatan media sosial atau reputasi saja tidak lagi cukup untuk mengangkat merek hotel.
" Konten di media sosial adalah sumber yang belum dimanfaatkan dan merupakan data intelijen terbesar," kata Tatjana de Kerros, pendiri Tagmemics.
Konten sangat penting bagi semua industri yang ingin tetap kompetitif di era big data seperti saat ini.
" Menggunakan teknologi analisis sosial yang canggih sebuah merek dapat memperoleh tidak hanya pengetahuan mendalam tentang konsumen, tetapi memperkuat semua aspek operasi mulai dari layanan pelanggan, penjualan, pengembangan bisnis dan analisis perkiraan," ujar de Kerros. (Ism)