Cerita Pilu Nenek Pengumpul Kardus di Negara Kpop

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 29 Oktober 2018 09:30
Cerita Pilu Nenek Pengumpul Kardus di Negara Kpop
Dia harus mengumpulkan kardus-kardus bekas.

Dream – Sebagai salah satu negara terkaya di dunia dan punya teknologi canggih, Korea Selatan menyimpan cerita haru di balik perjuangan orang lanjut usia (lansia) yang berjuang untuk menyambung hidup. Ini yang dialami nenek Yoo.

Dilansir dari Next Shark, Minggu 28 Oktober 2018, perempuan 82 tahun ini harus mengumpulkan kardus untuk ditukar dengan uang US$2 (Rp213.132). Agar bisa mengantongi uang ini, Yoo harus bekerja selama 14 jam lebih.

Berdasarkan kajian yang diterbitkan oleh International Journal of Social Science and Humanity pada 2014, tak ada penyebab tunggal kemiskinan bagi orang lanjut usia.

Ada beberapa faktor yang mendukung kemiskinan pada lansia. Seperti tidak mempersiapkan keuangan pensiun, perekonomian yang turun, bergantung kepada anak, dan kewajiban pensiun.

Di video yang diunggah oleh Asian Boss, Yoo memberikan gambaran tentang kemiskinan dan dunia lansia di salah satu negara terkaya di dunia.

1 dari 2 halaman

Tinggal Sebatang Kara

Yoo tinggal sendirian di sepetak rumah selama lima tahun. Dia tidak mendapatkan bantuan dari anak-anaknya.

Kelima anaknya itu juga berjuang untuk mempertahankan hidup. Malah, Yoo percaya tak ada anak yang mau merawatnya.

“ Mereka mungkin tidak mau. Itu akan memberatkan mereka,” kata Yoo.

Dia tidak kecewa dengan anak-anaknya. Malah, Yoo bangga bisa bekerja sebagai pemungut kardus.

Dia bisa mendapatkan uang Rp213 ribu selama 14 jam meskipun harus sakit punggung. Yoo mulai bekerja pada pukul 07.00-08.00 dan selesai bekerja pukul 21.00-22.00.

“ Tapi, saya tak mendapatkan banyak uang. Paling sekitar 2 ribu won (US$2). Itu jumlah yang terbesar,” kata dia.

Yoo tidak menghabiskan banyak uang untuk makan. Dia hanya makan pasta kacang merah atau pasta cabai.

Dia berkata keuangannya mulai terguncang ketika sebuah van menabraknya di jalan ketika wanita ini sedang mendorong gerobak sampah.

Insiden ini membuatnya lumpuh dan menguras keuangannya. Meskipun mendapatkan US$200 (Rp3,04 juta) dari pemerintah per bulan, Yoo tidak bisa bekerja lagi selama beberapa bulan.

“ Kalau terlalu tua, saya tak bisa melakukannya. Saya percaya anak-anak akan menolong saya,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Dapat Duit Nomplok

Setelah mengikuti seharian, Asian Boss memberikan sumbangan sebesar 1 juta won atau US$1000 (Rp15,22 juta). Dia mengucapkan terima kasih.

“ Kamu memberikan saya banyak uang. Saya sangat bersyukur, sungguh. Tuhan memberkatimu,” kata dia.

Yoo berjanji akan membelanjakannya secara bijak.

Sekadar informasi, Asian Boss berkolaborasi dengan Korean Legacy Committee (KLC) untuk membantu meningkatkan kepedulian terhadap lansia Korea Selatan.  (ism)

Beri Komentar