Cegah Virus Corona Masuk RI, Angkasa Pura I Perketat Pengawasan di Bandara

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 23 Januari 2020 17:48
Cegah Virus Corona Masuk RI, Angkasa Pura I Perketat Pengawasan di Bandara
Selama libur Imlek, Bali dan Manado sering menjadi destinasi liburan warga dari Tiongkok

Dream - BUMN Pengelola Bandar Udara di Indonesia, PT Angkasa Pura I, memperketat pengawasan terhadap penumpang internasional yang baru bepergian dari negara-negara terjangkit virus Corona. 

Seperti diketahui, virus corona yang masih satu keluarga dengan SARS sedang mewabah di Tiongkok dan membuat sejumlah negara meningkatkan kewaspadaan. 

Dikutip dari keterangan tertulisnya, Kamis 23 Januari 2020, Angkasa Pura I menjalin kerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) untuk mengoptimalkan penggunaan  thermal scanner. Alat ini diharapkan bisa mendeteksi peningkatan suhu tubuh penumpang yang dipasang pada area kedatangan dan menerbitkan Kartu Kewaspadaan Kesehatan untuk memonitor kesehatan penumpang.

“ Pengetatan pemeriksaan kesehatan penumpang ini merupakan langkah kami untuk mencegah masuknya virus corona melalui wisatawan yang masuk ke Tanah Air, khususnya dari beberapa negara-negara yang telah terjangkit," kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, di Jakarta, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 23 Januari 2020.

Untuk diketahui Bali dan Manado merupakan tujuan destinasi wisatawan terbesar asal China yang datang melalui bandara yang dikelola oleh Angkasa Pura I.

Sepanjang tahun 2019 lalu, Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dilewati lebih dari dari 1,19 juta penumpang asal China. Sedangkan Bandara Sam Ratulangi Manado dilewati lebih dari 116 ribu penumpang asal China.

“ Memasuki libur Tahun Baru Imlek ini, Bali dan Manado berpotensi mengalami peningkatan kunjungan wisatawan asal China sehingga perlu ditingkatkan kewaspadaannya,” kata dia.

Perusahaan akan langsung melakukan tindakan jika ditemukan penumpang yang teridentifikasi memiliki kondisi suhu tubuh di atas 38 derajat serta memiliki gejala umum batuk, demam, sesak napas, dan memiliki riwayat perjalanan penerbangan dari China.

Angkasa Pura I akan langsung berkordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat untuk selanjutnya penumpang tersebut akan dilakukan penanganan khusus.

Sekadar informasi, virus corona pertama kali mewabah di Wuhan-China dan telah menyebar ke beberapa negara di Asia seperti Thailand, Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan. Orang yang terjangkit virus corona menunjukkan gejala penyakit umum seperti demam, batuk, sesak napas. Dalam kondisi lebih parah, virus corona dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan angkut, gagal ginjal hingga menyebabkan kematian.

Faik juga mengingatkan penumpang untuk menggunakan masker yang menutupi hidung dan mulut. Para penumpang juga diingatkan untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh dan melaporkan kondisinya jika memiliki gejala seperti virus ini.

“ Kami menghimbau kepada setiap penumpang, khususnya bagi Warga Negara Indonesia yang akan corona,” kata dia.

1 dari 7 halaman

Terpapar Virus 'Misterius' Corona, Seperti Apa Bahayanya?

Dream - Sebaran penyakit misterius di Wuhan, China membuat banyak negara waspada. Virus ini membuat penderitanya mengalami infeksi yang mirip pneumonia. Pada 16 Januari 2020 dilaporkan ada dua orang penduduk Wuhan meninggal karena virus tersebut.

Sementara ada lima orang yang sampai memasuki tahap kritis. Awalnya, tim medis setempat tak mengetahui secara jelas pemicu utama penyakit yang menulari banyak orang tersebut.

 

 © Dream

 

Setelah diteliti ternyata penyakit pneumonia atau sesak napas disebabkan oleh virus corona. Virus ini dianggap berbahaya karena sudah menyebabkan kematian, menjangkiti banyak orang dan tersebar di Thailand dan Jepang.

Berbagai negara, termasuk Indonesia akhirnya mengeluarkan peringatan terkait penularan virus pada warganya yang melakukan perjalanan ke negara-negara yang diketahui terpapar virus corona. Virus tersebut dianggap berbahaya dan sangat menular.

 

2 dari 7 halaman

Apa Itu Virus Corona?

Dikutip dari KlikDokter, menurut dr. Devia Irine Putri, virus ini sebenarnya masih satu keluarga dengan MERS (Middle East Respiratory Syndrome) dan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Kata corona pada virus tersebut berasal dari bahasa Latin yang berarti mahkota. Dinamakan corona sesuai dengan bentuk virus tersebut yang jika dilihat menggunakan mikroskop tampak seperti mahkota.

 Flu dan Batuk? Tak Perlu ke DokterFlu dan Batuk? Tak Perlu ke Dokter © © MEN

Virus corona pertama kali diisolasi pada 1965. Virus ini diambil dari cairan hidung seorang anak dengan gejala pilek. Biasanya, pilek disebabkan Rhinovirus atau virus influenza. Sayangnya, sampai saat ini dokter masih sulit untuk membedakan antara gejala infeksi rhinovirus, virus influenza, dan coronavirus.

" Coronavirus ini menyerang ke pernapasan. Jadi penyakit ini seperti flu tapi versi yang parahnya kalau bisa dibilang," kata dr. Devia Irine Putri.

 

3 dari 7 halaman

Sesak Napas Parah

Awalnya, virus corona itu ditularkan dari binatang ke manusia.ke orang. Biasanya binatang yang dimaksud adalah dari kucing. Namun, diketahui kalau virus corona saat ini mulai menular dari manusia ke manusia.

 Virus CoronaVirus Corona © Shutterstock

Terkait gejalanya, corona virus menyerupai flu biasa, seperti demam, batuk. Hanya saja, virus ini biasanya menyebabkan penderitanya mengalami sesak napas. Jika kondisinya sudah parah bisa menyebabkan pneumonia, infeksi di paru-paru hingga kematian.

" Karena mirip flu biasa, penyakit ini sangat berbahaya. Kita biasanya tidak tahu terkena corona atau tidak. Kalau benar-benar terkena, harus segera diisolasi karena takutnya terjadi penyebaran," pesan dr. Devia.

Untuk mencegahnya, hindari pergi ke negara yang sedang terpapar virus. Pastikan cuci tangan, jaga kebersihan, dan gunakan masker.

Selengkapnya baca di sini.

4 dari 7 halaman

Cara Indonesia Cegah Masuknya Virus Corona Jenis Baru

Dream - Menteri Kesehatan (Menkes), Terawan Agus Putranto, mengimbau jajarannya untuk mengantisipasi dan mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. Virus jenis baru ini yang menyebabkan MERS dan SARS itu pertama kali dideteksi di Wuhan, China bagian tengah.

Terawan juga meminta semua pintu masuk ke Indonesia, seperti bandara dan pelabuhan, dijaga ketat. Sehingga, kondisi kesehatan orang yang masuk ke Indonesia bisa terpantau. " Semua bandara, semua pelabuhan, dijaga ketat," ujar Terawan dikutip dari Liputan6.com, Kamis 16 Januari 2020.

 © Dream

Menurut Terawan, virus mematikan itu sudah masuk ke Bangkok, Thailand, hingga Jepang. Sehingga dia terus memberikan peringatan kepada jajarannya agar tidak lengah. " Ini warning terus. Saya giatkan karena itu penularannya paling cepat kalau model SARS kaya begitu," ucap dia.

Meski demikian, dokter pensiunan TNI itu belum mengetahui cara menyebarnya virus tersebut. " Model pneumonia dari Wuhan itu modelnya yang mana kita belum tahu. Tapi paling tidak kita harus mewaspadai karena itu bisa berbahaya," kata dia.

5 dari 7 halaman

Virus Misterius Menyebar di China, Asia Waspada

Dream - Sejumlah negara di Asia memperketat bandar udara internasionalnya. Kondisi ini dilakukan setelah otoritas kesehatan China melaporkan 44 kasus 'pneumonia virus yang tidak diketahui asalnya`.

Yuen Kwok-yung, seorang ahli mikrobiologi di Universitas Hong Kong, mengatakan, infeksi virus di Wuhan tampak mirip dengan wabah flu burung 1997 dan epidemi SARS di Cina. Dia mengatakan ada kemungkinan bahwa hewan juga membawa virus dalam wabah terbaru.

" Saat ini kami masih belum mengidentifikasi sesuatu yang signifikan," kata Yuen yang mendesak masyarakat untuk tidak khawatir, dilaporkan Nikkei, Senin, 6 Januari 2020.

SARS, atau sindrom pernafasan akut yang parah, yang muncul di Cina selatan pada akhir 2002, menginfeksi lebih dari 8.000 orang dan membunuh 775 orang di seluruh dunia..

Saat ini, Hong Kong, Makau, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Malaysia mengambil langkah-langkah darurat. Termasuk kontrol kesehatan yang lebih ketat di perbatasan dan pemeriksaan suhu penumpang semua penerbangan dari Wuhan, di provinsi Hubei, China, tempat wabah itu bermula.

Pejabat China mengatakan, sebanyak 11 pasien berada dalam kondisi kritis dengan gejala infeksi saluran pernapasan, termasuk demam dan kesulitan bernafas.

 

6 dari 7 halaman

Terus Diuji

 Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Pergi ke Hong KongHal-hal yang Perlu Diperhatikan Ketika Pergi ke Hong Kong © © MEN

Sementara itu, otoritas kesehatan di Hong Kong bersiaga siaga tinggi menyusul lima kasus pasien yang mengalami gejala infeksi saluran pernapasan dan demam setelah mengunjungi Wuhan, sekitar empat jam dengan kereta api dari Hong Kong.

Dua dari pasien telah keluar dari rumah sakit setelah pemulihan penuh. Hasil tes pasien ketiga negatif SARS, influenza, dan flu burung. Dua lainnya sedang menunggu hasil tes.

" Tidak ada kasus pneumonia serius yang terkait dengan wabah Wuhan telah dilaporkan di Hong Kong sejauh ini," kata Sophia Chan, Sekretaris Kementerian Pangan dan Kesehatan Hong Kong, Kamis, 2 Januari 2020.

 

7 dari 7 halaman

Pencegahan Pemerintah Sejumlah Negara

 Wisata Menarik di Bandara Changi SingapuraWisata Menarik di Bandara Changi Singapura © © MEN

Pemerintah Hong Kong telah meluncurkan pencegahan, termasuk memasang sistem pencitraan termal tambahan di Bandara Internasional Hong Kong. Selain itu, pemerintah Hong Kong meningkatkan langkah-langkah untuk membersihkan dan mendisinfeksi kereta ekspres yang masuk dan pesawat dari Wuhan.

" Investigasi masih dilakukan dan pihak berwenang belum dapat mengkonfirmasi patogen apa yang menyebabkan penyakit ini," seorang penasihat senior Organisasi Kesehatan Dunia di China.

Di Taiwan, pihak berwenang telah meningkatkan upaya penyaringan perbatasan penerbangan dari Wuhan. Sementara itu, otoritas Bandara Changi Singapura, mengawasi para pelancong yang datang dari Wuhan sejak Jumat, 3 Januari 2020. Kementerian Kesehatan Malaysia juga meluncurkan langkah-langkah untuk memeriksa gejala seperti demam di semua perbatasan internasional.

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis