Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Generali Indonesia Meluncurkan Produk Asuransi Syariah Pertamanya. (Foto: Dream.co.id/Annisa Mutiara Asharini)
Dream – Persepsi mengenai wakaf sampai saat ini masih terbatas pada bentuk lahan. Padahal, wakaf bisa dilakukan dalam bentuk tunai.
Bagaimana jika wakaf itu digabungkan dengan asuransi?
Terobosan inilah yang dibuat PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia yang baru meluncurkan produk asuransi jiwa syariah berfitur wakaf. Namanya, Insurance Protection Linked Auto Navigation (iPLAN) Syariah. Dengan produk ini, masyarakat bisa berwakaf sambil berasuransi.
“ Dengan jumlah penduduk Muslim yang besar, Indonesia memiliki potensi dan aset besar dalam menghimpun wakaf tunai yang dapat mendorong pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat,” kata CEO Generali Indonesia, Edy Tuhirman, di Jakarta, Rabu 24 Januari 2018.
Edy mengatakan pemegang polis bisa berwakaf dengan kontribusi Rp10 ribu per hari atau Rp300 ribu per bulan. Setiap lima tahun, sebagian hasilnya akan diwakafkan kepada pihak yang membutuhkan.
Selain berwakaf, pemegang polis juga mendapatkan proteksi jiwa dan kesehatan. Dia juga bisa memberikan perlindungan bagi keluarga saat terjadi resiko yang tidak diinginkan seperti penyakit, hari tua, hingga kematian.
“ Asuransi unit link ini mencakup proteksi lengkap bagi diri sendiri dan keluarga. Ditambah lagi bisa sekaligus berwakaf, salah satu bentuk ibadah dengan pahala yang terus mengalir,” kata Edy.
(Sah/Laporan: Annisa Mutiara Asharini)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya