Deretan Megaproyek Infrastruktur di Papua yang Sedang Dibangun

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Desember 2018 14:30
Deretan Megaproyek Infrastruktur di Papua yang Sedang Dibangun
Proyek infrastruktur di sana tak hanya Jalan Trans Papua.

Dream – Aksi penembakan dan pembunuhan 31 pekerja Istaka Karya (Persero) yang menangani proyek pembangunan jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak, Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua membuat publik terkejut. Presiden Joko Widodo bahkan telah memerintahkan Panglima TNI dan Kapolri untuk menelusuri informasi tersebut.

Proyek jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak termasuk salah satu bagian dari megaproyek Trans Papua yang dikerjakan pemerintah Kabinet Kerja Jokowi-Jusuf Kalla.

Selama beberapa tahun terakhir, Papua memang menjadi fokus pembangunan di kawasan timur Indonesia. Beberapa proyek besar dan megaproyek dibangun di provinsi ini. 

jalan Trans Papua mengutip Wikipedia, Selasa 4 Desember 2018, merupakan jalan nasional yang membentang dari Sorong, Papua Barat ke Merauke, Papua. Jalan ini direncanakan memiliki panjang 4.330,07 kilometer (km).

Dari total panjang itu, Trans Papua terbagi 3.259,45 km di Papua dan 1.070,62 km di Papua Barat.

Laman pu.go.id mencatat, pada akhir tahun 2019 ditargetkan jalan perbatasan di Papua sudah tembus akan bertambah menjadi 919 km dan 179 km belum tembus. Kondisi jalan ditargetkan berupa aspal sepanjang 747 km dan perkerasan tanah/agregat sepanjang 172 km.

Pembangunan ini sudah dimulai sejak era pemerintahan Presiden B. J. Habibie dan digenjot mulai 2014 oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jalan Trans Papua juga menjadi infrastruktur penghubung antara daerah-daerah di kedua provinsi, termasuk daerah yang terisolasi.

1 dari 4 halaman

Jembatan Holtekamp

Proyek yang kedua adalah Jembatan Holtekamp. Dikutip dari laman pu.go.id, Jembatan Holtekamp dibangun di atas Teluk Youfeta yang menghubungkan Holtekamp dan Hamadi.

Jembatan sepanjang 1.328 meter ini terdiri atas 433 meter bentang utama, 895 meter jembatan pendekat, dan 7.410 meter jalan pendekat.

 Jembatan Holtekamp.© Kementerian PUPR.

Pembangunan jembatan dengan tipe box baja pelengkung ini dibiayai dari APBN sebesar Rp858 miliar, APBD Papua Rp445 miliar, dan APBD Jayapura Rp382 miliar.

Jembatan tersebut menyabet dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI), yaitu rekor pengiriman jembatan rangka baja utuh dengan jarak terjauh dan pemasangan jembatan rangka baja utuh terpanjang.

2 dari 4 halaman

Listrik

Tak hanya jalan, pemerintah juga membangun infrastruktur kelistrikan di Papua. Belum lama ini, PT PLN (Persero) meresmikan pengoperasian tiga infratruktur kelistrikan di sana.

Dikutip dari Liputan6.com, infrastruktur tersebut adalah sistem 150 kilovolt (kV) pertama yang terdiri atas Gardu Induk (GI) 150 kV Jayapura, GI 150 kV Holtekamp, dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Holtekamp-Jayapura.

Pembangunan infrastruktur ini dilakukan dalam waktu 2 tahun. Pembangunannya menelan dana Rp341 miliar dan berasal dari anggaran PLN.

(Sumber: Liputan6.com/Pebrianto Eko Wicaksono)

3 dari 4 halaman

Gedung Perbatasan Nan Megah di Papua

Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw menjadi salah satu infrastruktur yang dibangun di Papua. Pos ini berbatasan langsung dengan Papua Nugini.

Dikutip dari setkab.go.id, PLBN Terpadu Skouw seluas 10,7 hektare sejak Desember 2015 sampai November 2016 oleh PT Nindya Karya (Persero). Pembangunannya menelan dana Rp165,9 miliar.

 PLBN Skouw.© setkab.go.id

Desainnya mengusung budaya lokal Papua. Desainnya mengadaptasi bentuk bangunan khas Rumah Tangfa, penggunaan ornamen lokal, serta penerapan prinsip-prinsip bangunan hijau. Sekadar informasi, rumah tangfa meripakan rumah pesisir di daerah Skouw.

4 dari 4 halaman

Bandara cantik di Tanah Papua

Bandara juga tak lepas dari pembangunan infrastruktur di Papua. Di Tanah Cenderawasih ini, ada beberapa bandara cantik yang dibangun. Salah satunya adalah Bandara Nop Goliat di Yahukimo, Papua.

 Bandara Nop Goliat.© setkab.go.id

Bandara tersebut merupakan bandara perintis dan memiliki landasan pacu sepanjang 1.950 meter. Bandara tersebut sudah bisa dilewati pesawat ATR 72. Jokowi meminta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, untuk memperpanjang landasan pacu menjadi 2.500 meter.

Selain Bandara Nop Goliat, ada juga Bandara Utarom Kaiman di Kaiman, Papua Barat dan Bandara Domine Eduard Osok di Papua.

Beri Komentar