Menteri PUPR: Trans Papua Ditunggu-tunggu Warga

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 4 Desember 2018 13:41
Menteri PUPR: Trans Papua Ditunggu-tunggu Warga
Proyek pembangunan Trans Papua akan tetap jalan meskipun terjadi penembakan 31 pegawai Istaka Karya.

Dream – Penembakan terhadap 31 pegawai PT Istaka Karya (Persero) tak menyurutkan semangat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono untuk terus membangun provinsi paling barat Indonesia itu. Basuki bahkan berjanji proyek infrastruktur di Papua akan tetap berjalan.

" Ini tidak menyurutkan semangat. (Proyek) akan jalan terus," kata Basuki di Jakarta, dikutip dari Liputan6.com, Selasa 4 Desember 2018.

Basuki mengatakan warga di sepanjang jalan Trans Papua telah lama menunggu proyek yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selama ini, kementeriannya tak pernah menerima laporan adanya penolakan dari warga.

" Ini (Trans Papua) sangat ditunggu-tunggu warga. Warganya di sepanjang Trans Papua tidak ada yang menolak. (Penembakan) ini dilakukan kelompok kriminal bersenjata," kata dia.

Hingga saat ini Basuki mengaku belum mendapatkan informasi tentang jumlah korban apakah berjumlah 28 orang atau 31 orang. Dia juga menunggu Panglima TNI Hadi Tjahjanto untuk mengevakuasi korban di Nduga.

1 dari 2 halaman

Ada Pekerja yang Berhasil Kabur dan Diamankan di Rumah Pendeta

Direktur Utama Istaka Karya, Sigit Inarto, mengatakan pihaknya belum bisa mengkonfirmasi apakah jumlah orang yang menjadi korban sebanyak 28 orang atau 31 orang.

Isu yang berkembang menyebutkan ada pegawainya yang berhasil kabur dari aksi anggota KKB tersebut.

" Total pekerja di dua lokasi ada 28, namun ada dua kabarnya yang berhasil kabur dan delapan orang diamankan di rumah pendeta," kata dia.

2 dari 2 halaman

Kirim 130 Personel TNI ke Lokasi

TNI mengirim 1 Satuan Setingkat Kompi (SSK) atau 130 personel menuju lokasi pembunuhan 31 pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi-Kali Aurak. Meskipun bergegas melakukan pemeriksaan pada Selasa pagi, personel terkendala akses jalan menuju lokasi.

" Daerah tersebut agak sulit dijangkau. Kalau dari Kabupaten Wamena, masih harus ke Distrik 2, itu masih empat jam naik kendaraan," tutur Wakapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Dax Sianturi kepada Liputan6.com.

Dax mengatakan perjalanan Distrik 2 ke Distrik Yigi harus ditempuh dua jam. Apalagi, jalan rusak. Kondisi ini membuat tim harus lebih berhati-hati.

" Informasi sulit didapat, makanya kita harus cek ke sana dan paling kita tunggu lewat radio. Tidak melalui ponsel karena sinyal nggak ada," jelas dia.

(Sumber: Liputan6.com/Andry Haryanto)

Beri Komentar