Dibayangi Sentimen The Fed, Bursa Syariah Dibuka Menguat

Reporter : Syahid Latif
Senin, 14 September 2015 09:22
Dibayangi Sentimen The Fed, Bursa Syariah Dibuka Menguat
Saham sektor konstruksi dan pertanian menjadi motor laju indeks saham.

Dream - Bursa saham syariah Indonesia membuka awal pekan di zona positif. Munculnya aksi beli investor mendorong laju indeks saham yang dibayangi pertemuan bulan The Federal Reserves (The Fed).

Pada pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 14 September 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 0,424 poin ke level 140,033.

Laju positif juga dibukukan indeks saham bluechips syariah, Jakarta Islamic Index (JII). Naik 3,698 poin, indeks JII membuka perdagangan di level 588,593.

Kedua indeks acuan saham syariah ini terus menanjak hingga 10 menit perdagangan. ISSI tercatat menguat 0,916 poin (0,66%) ke level 140,335. Sementara JII naik 4,682 poin (0,50%) ke level 589,577.

Aksi beli investor telah mengangkat 77 emiten syariah ke zona hijau. Sebanyak 22 diantaranya merupakan emiten-emiten unggulan syariah.

Nilai transaksi perdagangan saham terbilang sepi dengan hanya mencetak nilai Rp 188 miliar dan 2,5 miliar saham yang berpindahtangan.

Meski dibayangi sentimen pertemuan The Fed, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga sukses membuka awal pekan di zona hijau.

Pada perdagangan prapembukaan, IHSG naik 17,724 poin (0,41%) ke level 4.378,192. IHSG kembali menanjak 15,490 poin (0,36%) ke level 4.375,958 di sesi pembukaan.

Seluruh indeks sektoral bergerak menguat dipimpin emiten sektor konstruksi dan pertanian.

Kenaikan IHSG ini terjadi di tengah kondisi bursa regional yang bergerak variatif. Nikkei Jepang dan Strait Times pagi ini sudah mulai melemah 0,57 persen dan 0,35 persen. Nikkei sendiri dibuka menguat di awal perdagangan.

Sementara indeks Hang Seng masih melaju positif sejak awal pembukaan dengan posisi terakhir naik 0,61 persen.

Dari pasar keuangan, kurs rupiah yang sempat menguat di sesi pembukaan, kini mulai bergerak lemah. Turun 3 poin (0,02%), rupiah kini bertengger di level 14.328 per dollar AS.

Beri Komentar