Dropshipper Adalah Pemasar Tanpa Modal, Pahami Cara Kerja dan Strateginya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Selasa, 27 Oktober 2020 11:15
Dropshipper Adalah Pemasar Tanpa Modal, Pahami Cara Kerja dan Strateginya
Dropshipper tidak membutuhkan modal besar untuk mendapatkan keuntungan.

Dream – Seorang dropshipper tidak membutuhkan modal besar untuk dapat berbisnis online. Dropshipper adalah pihak yang mengurus pemasaran produk bagi produsen atau supplier. Meskipun begitu, dropshipper juga harus mengetahui strategi apa saja yang dibutuhkan untuk mengetahui kondisi pasar.

Dropshipper memiliki peran sebagai pemasar produk saja. Ia tidak harus menyetok barang atau melakukan pengiriman kepada pelanggan.

Dropshipper membuat kontrak kerja dengan supplier, dengan tujuan agar barang atau produk yang dimiliki oleh supplier dijual melalui dropshipper tersebut.

Kunci keberhasilan menjadi dropshipper adalah bagaimana memilih patner yang tepat dan jenis produk yang dapat mendulang keuntungan.

Patner yang jujur dan dapat bekerja sama dengan baik, merupakan hal utama yang harus diperhatikan. Mereka juga harus bersikap fleksibel, sehingga terjalin komunikasi yang baik bagi semua pihak terkait.

1 dari 5 halaman

Cara Kerja Dropshipper

Ilustrasi© Freepik

 

Cara kerja dropshipper cukup mudah. Ia hanya perlu bekerja sama dengan pihak supplier. Setelah mendapatkan gambar produk yang diinginkan, kemudian dropshipper akan memasarkannya melalui akun media sosial miliknya.

Untuk lebih jelas terkait cara kerja dropshipper, berikut urutannya:

  1. Dropshipper memasarkan produk
  2. Konsumen melakukan pembelian melalui etalase dropshipper
  3. Dropshipper meneruskan pesanan ke supplier
  4. Supplier menyiapkan barang dan mengirimkannya ke pelanggan atas nama dropshipper
2 dari 5 halaman

Langkah-Langkah Menjadi Dropshiper

Ilustrasi© Freepik

 

Ada beberapa langkah yang harus diperhatikan untuk menjadi dropshipper, yaitu:

  1. Menentukan produk yang akan dijual.
  2. Usahakan memilih produk yang bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.
  3. Fokus dengan barang yang bisa dimaksimalkan.
  4. Juallah barang yang spesifik, jangan memiliki banyak jenis.
  5. Hindari memasarkan barang yang bersifat sementara dan hanya musiman.
  6. Lakukan riset untuk mengetahui keinginan pasar.
  7. Pastikan supplier yang diajak kerja sama bisa diandalkan dan sudah bersertifikasi.
  8. Hindari memasarkan produk yang banyak pesaingnya dan memiliki pelanggan setia.
  9. Pastikan keuntungan dan kontrak antara dropshipper dengan supplier jelas.
  10. Jika sudah menemukan supplier yang cocok, jalin komunikasi yang baik.
  11. Jangan asal-asalan tergoda dengan produk murah, karena branding sebagai dropshipper akan lebih susah.
3 dari 5 halaman

Strategi Sukses Menjadi Dropshipper

Ilustrasi© Freepik

 

Pilih produk dan partner yang tepat

Memilih patner dan produk yang tepat sangat mempengaruhi eksistensi sebagai seorang dropshipper. Ini juga merupakan kunci utama suksesnya seorang dropshipper.

Pilihan produk yang tepat dan sesuai pasar, akan membuat bisnis kamu dapat diminati oleh banyak konsumen.

Selain itu, memilih patner yang tepat juga dapat membantu melancarkan bisnis. Terlebih bila terjalin komunikasi yang baik dan saling memberi kepercayaan.

 

Hati-hati saat memberi harga jual

Harga yang murah menjadi salah satu pilihan konsumen dalam mencari barang. Namun, bukan berarti sebagai dropshipper harus membanting harga untuk menarik konsumen.

Karenanya penting untuk berhati-hati dalam memberikan harga. Selain itu, pelayanan ramah dan cepat tanggap juga dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Alihkan nilai jual ke hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan. Misalnya saja, jaminan waktu pengiriman yang cepat, ongkos kirim yang kompetitif, beri poin dan reward dan sebagainya.

 

Perhatikan branding

Saat menjadi dropshipper, tentunya kamu juga akan memiliki banyak pesaing. Untuk itu, kamu perlu membuat branding diri yang baik. Branding menjadi identitas diri dari seorang pelaku usaha. Sehingga konsumen akan tertarik dan membuat produk yang dipasarkan pun lebih dikenal.

 

4 dari 5 halaman

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

 

Reseller dan dropshipper adalah pihak yang sama-sama berkaitan dengan pemasaran produk. Keduanya sama-sama memasarkan barang dari supplier.

Namun, ada beberapa perbedaan antara reseller dan dropshipper yang sebaiknya kamu pahami, yaitu:

Ilustrasi© Freepik

Stok barang

Perbedaan reseller dan dropshiper adalah terletak di stok barang. Reseller harus membeli barang dengan jumlah banyak kepada supplier.

Namun, dropshipper tidak perlu memiliki stok barang. Dropshipper hanya berfokus mencari konsumen dan memasarkan produk. Terkait stok barang, semuanya akan diurus oleh supplier.

Segi modal

Perbedaan reseller dan dropshipper juga terletak pada modal yang digunakan. Seorang reseller harus memiliki modal yang cukup untuk menyetok barang.

Sedangkan seorang dropshipper hanya bermodalkan pulsa atau kuota internet saja, bisa dibilang seorang dropshipper tidak memerlukan modal sama sekali.

Strategi pemasaran

Seorang reseller biasanya menawarkan barang secara langsung, karena reseller memiliki stok barang yang ingin dijual.

Sedangkan dropshipper tidak memiliki stok barang sehingga ia tidak bisa menawarkan produknya secara langsung. Seorang dropshipper hanya dapat mempromosikan produknya lewat media sosial, website, grup chat, dan sebagainya.

Segi risiko

Seorang reseller memiliki tingkat risiko kerugian lebih tinggi daripada dropshipper karena ia menyimpan stok barang. Apabila barangnya tidak laku lagi dijual, maka reseller akan mengalami kerugian.

Sedangkan dropshipper tidak akan mengalami kerugian karena tidak akan menanggung risiko barang yang tidak laku.

5 dari 5 halaman

Keuntungan Menjadi Dropshipper

 

 

Ilustrasi© Freepik

Modal kecil

Salah satu keuntungan terbesar dari sistem dropship adalah kemungkinan untuk membuka bisnis tanpa harus menginvestasikan banyak modal untuk inventaris. Bisnis ini membuat kamu tidak perlu membeli produk yang ingin dipasarkan. Sehingga modal yang dibutuhkan pun terbilang kecil.

Overhead rendah

Bisnis dropship tidak perlu berurusan dengan pembelian inventaris atau mengelola gudang, sehingga biaya overhead cukup rendah. Bahkan, banyak toko dropshipping yang sukses dijalankan sebagai bisnis rumahan, hanya membutuhkan sebuah laptop dan beberapa biaya untuk beroperasi.

Pilihan produk beragam

Melakukan bisnis dropship membuat seseorang memiliki pilihan produk yang beragam. Hal ini dikarenakan seorang dropshiper tidak perlu melakukan pra-pembelian barang yang akan dijual.

Lokasi fleksibel

Keuntungan lain dari bisnis dropship adalah dapat dijalankan dari mana saja dengan koneksi internet. Selama kamu memiliki internet, kamu dapat melakukan bisnis ini kapanpun dan dimana pun. Sehingga kamu tetap dapat berkomunikasi baik dengan pihak penjual maupun pelanggan.

Melancarkan proses bisnis

Keuntungan lain dropship adalah untuk melancarkan proses bisnis. Dengan meningkatkan pemasok dropshipping, sebagian besar pekerjaan untuk memproses pesanan tambahan akan ditanggung oleh pemasok, sehingga memungkinkan untuk memperluas pasar dengan lebih sedikit pekerjaan tambahan.

  • Menjalankan bisnis dropship, kamu tidak perlu khawatir tentang:
  • Mengelola atau membayar gudang
  • Pengepakan dan pengiriman pesanan
  • Melacak inventaris untuk alasan akuntansi
  • Menangani pengembalian dan pengiriman masuk
  • Terus memesan produk dan mengelola tingkat stok

 

(Diambil dari berbagai sumber)

Beri Komentar