Dua Mahasiswa Raup Cuan dari Pasta Oden Rumahan, Omzet Miliaran

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 10 Mei 2021 07:35
Dua Mahasiswa Raup Cuan dari Pasta Oden Rumahan, Omzet Miliaran
Begini kisah mereka.

Dream – Kerja keras dua mahasiswa ini terbayar. Mahasiswa Universitas Malayasia Kelantan (UMK) telah menghasilkan gaji enam digit dari pasta oden buatannya.

Dikutip dari World of Buzz, Sabtu 8 Mei 2021, Wan Azehan Helmi Wan Abdul Halim merupakan mahasiswa tingkat akhir Fakultas Bisnis dan Kewirausahaan UMK. Mereka terinspirasi dari jejaring franchise convenience store. Dia bekerja sama dengan Imer Jibril Mohd Nasir untuk memulai bisnis pasta oden.

Bisnis ini dimulai pada awal tahun lalu. Mereka mempersiapkan resep sendiri dan menjual oden yang disajikan dengan fish balls, crab meats, sosis, dan lainnya kepada para mahasiswa kampus, dilansir dari Bernama.

“ Ide mulai bisnis ini muncul saat oden menjadi salah satu makanan favorit banyak pelajar,” kata Helmi kepada media itu.

1 dari 2 halaman

Strategi Online Berhasil

Ketidakhadiran pelajar di kampus karena pandemi COVID-19 mendorong keduanya menjual pasta oden pada April tahun lalu. Bisnis yang dirilis ini bernama King Oden. Helmi mengolah pasta oden secara manual.

“ Alhamdulillah, strategi online kami menggunakan Facebook dan Instagram terbayar saat mampu menghasilkan penjualan senilai 500 ringgit (Rp1,75 juta) per bulan,” kata dia.

Dua sekawan ini juga mengatur bagaimana temannya di UMK menghasilkan penghasilan sampingan. Mereka menjaring 10 orang temannya untuk membantu bisnis. Misalnya, ada yang bergerak di bidang pemasaran dan penjualan.

“ Kini, kami punya 500 agen di seluruh negeri. Kini, ada permintaan pasta oden dari negara tetangga, seperti Indonesia,” kata dia.

2 dari 2 halaman

Kini Bisa Produksi 400 Ribu Pak per Bulan

Sekarang, Helmi dan Imer sanggup memproduksi 300 ribu-400 ribu kemasan pasta oden per bulan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Ada tiga varian rasa, yaitu natural, pedas, dan asam laksa.

“ Harganya 10 ringgit (Rp35.087) dan masa penyimpanan delapan bulan,” kata Helmi.

Helmi dan Imer kini memiliki pabrik produksi di Bachok, Malaysia. Pabrik ini telah beroperasi pada Maret 2021. Target penjualan mereka sekarang 1 juta ringgit (Rp3,51miliar) hingga akhir tahun.

“ Kami berharap kesuksesan ini bisa menginspirasi mahasiswa jurusan wirausaha untuk terjun ke bisnis,” kata dia.

Beri Komentar