Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Produk Best Mums, Sabry Dan Zaky (Insert) (Billionaire.com)
Dream – Cuma bermodal 300 pound Mesir atau sekitar Rp 517 ribu, sepasang wanita sukses merintis bisnis. Menginjak usia 10 tahun, bisnis pakaian Sabry dan Zaky, pengusaha perempuan asal Mesir ini kini sudah menjual 200 buah produk unggulan.
Kisah wanita terjun ke dunia bisnis mungkin bukan hal langka di Indonesia. Namun bagi Mesir, pebisnis wanita bisa dihitung dengan jari. Survey terakhir menunjukan jumlah pengusaha perempuan di Mesir hanya 11 persen dari total entrepreneur yang ada disana.
Dari jumlah tersebut, pengusaha perempuan yang masih mempertahankan identitasnya dengan mengenakan cadar bahkan jauh lebih sedikit. Sabry (28) dan Zaki (27) adalah contoh pebisnis yang kokoh dengan budaya tersebut. .
Meski tampil bukan dengan busana khas pengusaha perempuan Mesir, Sabry dan Zaky merupakan pengusaha yang patut diperhitungkan. Bagi para perempuan Mesir, membangun usaha memang bukan hal mudah. Nilai budaya kerap membatasi gerak perempuan.
Namun, dampak pertumbuhan ekonomi yang dialami Mesir pada 2011 tidak bisa dielak. Para perempuan kini punya peluang besar. Mereka punya sedikit kesempatan untuk membuka usaha, sebagaimana Sabry dan Zaky yang mendirikan bisnis ritel bertajuk Best Mums.
Best Mums sendiri merupakan usaha ritel yang menyediakan berbagai kebutuhan bayi dan para ibu muda. Produk unggulan mereka adalah penutup dada wanita kala menyusui dan bantal leher. Saat ini, Best Mums mampu menjual 200 buah produk unggulan tersebut dalam satu bulan melalui 12 pengecer.
Hampir 10 tahun menjalankan usaha ritel, Sabry dan Zaky tidak pernah mengalami cekcok. Sepanjang menjalankan bisnisnya, mereka hanya sempat kebingungan mengelola usaha ini pada awal berdiri. Maklum, mereka tidak punya latar belakang kemampuan bisnis dan memulai usaha ini dengan modal yang tidak banyak, hanya sekitar Rp 517.000.
Zaky pun ingat, bagaimana kekagetannya kala pertama kali harus menandatangani kontrak dengan produsen yang dipimpin oleh seorang Kristiani. “ Sekarang hubungan kami sangat baik walaupun di awal sangat terkejut (bisa bekerjasama dengan orang berbeda agama),” tutur Zaky dikutip Dream dari laman BBC, Selasa, 19 Mei 2015.
Inspirasi bisnis kedua sahabat ini bermula saat Sabry yang kala itu baru saja melahirkan, membeli penutup dada untuk menyusui buatan Amerika Serikat. Ia berpikir, Zaky yang saat itu masih berstatus mahasiswa desain, sebetulnya bisa saja membuat benda serupa dengan tampilan yang lebih menarik.
Setelah mampu membuat produk, mereka juga memastikan diri untuk mengetahui seluk beluk perpajakan untuk memudahkan penghitungan transaksi bisnis. Selain itu, Zaky dan Sabry juga melabeli usaha mereka dengan frasa berbahasa Inggris agar calon pelanggan merasa senang dan lebih bangga.
Zaky sangat bersyukur, lewat berbisnis ia dan Sabry tidak hanya mendapat keuntungan secara finansial tapi juga lebih terbuka secara sosial. Berawal dari keperluan Best Mums mereka dapat mengenal banyak orang dari beragam latar belakang dan status sosial.
“ Tanpa Best Mums kami tidak akan pernah meninggalkan komunitas kami,” ujar Zaky menyesali sikap eksklusifnya selama ini.
Selain itu, Best Mums juga telah menjadi batu loncatan bagi Sabry untuk membuka usaha yang lebih besar. Kini, ia yang berlatar belakang pendidikan dokter gigi sudah mampu membuka klinik praktik pribadi yang didanai dari keuntungannya berdagang di Best Mums.
(Ism, Laporan: Kurnia Yunita)
Baca Juga: Perusahaan Ini `Buat` Semua Wanita Seperti Supermodel Perjuangan 2 Wanita Palestina Bawa Fesyen Ternama ke Gaza 7 Perusahaan Indonesia Masuk Jajaran Elit Dunia Kehebatan Sepatu Cristiano Ronaldo `Made in Garut` 10 Industri Warisan Budaya RI Unjuk Diri di KAA Bos Maskapai Murah Masuk Daftar 100 Tokoh Berpengaruh Dunia
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya