Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?
Sampah Dibakar, Mikroplastik di Udara Mengintai
Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih
Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan
Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan
Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas
Dream - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2015 yang hanya 4,71 persen dinilai sebagai momentum kebangkitan bagi Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI). Peningkatan kualitas produk dan daya saing industri yang dihasilkan HIPPI mendapat kesempatan sekaligus tantangan berat.
Demikian disampaikan Ketua Bidang Perdagangan Badan Pengurus Pusat HIPPI, Hardini Puspasari dalam keterangan persnya, Selasa, 12 Mei 2015.
Menurut Hardini, kontribusi belanja rumah tangga yang menjadi penyokong utama pertumbuhan tersebut harus disikapi secara bijak oleh semua pihak. Bagi pengusaha pribumi diimbau untuk menyediakan kebutuhan belanja rumah tangga yang berkualitas.
“ Bayangkan saja, dengan jumlah penduduk Indonesia sekitar 250 juta jiwa, berarti HIPPI tidak akan pernah kehilangan pasar. Ini menjadi momentum tepat kebangkitan HIPPI,” ujarnya.
Hardini menuturkan, selama ini anggota HIPPI banyak berharap pada proyek-proyek pemerintah dalam menjalankan usahanya. Padahal fakta membuktikan rencana dan target pemerintah untuk menggenjot belanjanya hingga menjadi penyokong utama pada kuartal I-2015 tak kunjung terealisasi.
Bahkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kontribusi belanja pemerintah sepanjang periode itu hanya mencapai 0,14 persen.
Menurut Hardini para pengusaha lokal bisa membantu ekonomi nasional dengan menyiapkan produk-produk lokal berkelas untuk mendukung proyek pemerintah. Alasannya, pemerintah tengah mempercepat pembangunan proyek infrastruktur di seluruh Indonesia.
“ Misalnya, dengan menyiapkan material lokal untuk mendukung proyek infrastruktur. Seperti semen produk dalam negeri, besi baja nasional, dan komponen lainnya. Intinya, infrastruktur menjadi sektor primadona saat ini di Indonesia,” tegasnya.
Selain itu, lanjut Hardini, data BPS dari sisi produksi juga menunjukan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2015 diwarnai oleh faktor musiman pada Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang tumbuh 14,63 persen.
Artinya, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang banyak digarap oleh anggota HIPPI, berpeluang memasok secara mayoritas kebutuhan-kebutuhan konsumen di dalam negeri.
“ Sehingga ke depan, kita tidak mendengar lagi keluhan bahwa harga beras di dalam negeri melambung karena pasokan kurang. Termasuk juga kebutuhan buah-buahan dan sayur-sayuran untuk dipasok ke hotel-hotel berbintang di seluruh Indonesia. HIPPI akan menjamin pasokan kebutuhan bahan pangan masyarakat dengan harga bersaing,” pungkasnya.
Advertisement

3 Suplemen yang Diam-Diam Bisa Mengganggu Tidur, Salah Satunya Sering Dikonsumsi

Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya

7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya

Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil


Golkar Putuskan Prabowo Capres 2029, Bagaimana Nasib Gibran?