Emiten Industri Dorong Indeks Syariah Menguat

Reporter : Syahid Latif
Selasa, 3 November 2015 16:27
Emiten Industri Dorong Indeks Syariah Menguat
Kurs rupiah juga kompak bergerak menguat bersama mata asing dunia.

Dream - Spekulasi mulai munculnya tren naik mendorong investor buru-buru memborong sejumlah saham murah. Meski dibayangi aksi beli asing, bursa saham Indonesia akhirnya ditutup menguat.

Saham-saham di sektor industri menjadi buruan sekaligus motor penggerak indeks.

Pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 3 November 2015, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 1,393 poin (0,98%) ke level 143,512.

Aksi beli saham juga mendongkrak Jakarta Islamic Index (JII) menguat 5,890 poin (0,99%) ke level 599,470.

Meski bergerak pelan di awal sesi, kedua indeks acuan saham syariah ini melaju cukup nyaman di zona positif.

ISSI bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 143,872. Sementara indeks saham bluechips syariah, JII mencetak posisi tertinggi di 601,897.

Dengan transaksi perdagangan Rp 3,24 triliun, aksi beli investor mendorong 113 emiten syariah ditutup menguat. Sisanya, 59 emiten masih tertekan aksi jual dan 51 lainnya bertahan stagnan.

Dua produsen semen memimpin daftar emiten bluechip syariah pencetak kenaikan harga tertinggi masing-masing Rp 775 dan Rp 450 per saham. Top gainer lainnya dihuni ASI yang naik Rp 175, BSDE dan ITMG masing-masing Rp 75 per saham.

Sentimen positif dari rilis deflasi BPS tampaknya baru direspon pelaku pasar hari ini. Didukung kondisi regional yang tenang, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi perdagangan dengan menguat 68,127 poin (1,53%) ke level 4.533,086.

Lantai bursa diguyur dana investor hingga Rp 5,35 triliun namun dengan posisi nett sell asing hingga Rp 167 miliar.

Investor asing tampaknya belum kembali ke pasar modal Indonesia dengan mencetak nett sell selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Dari pasar keuangan, rupiah kembali bergerak menguat. Pelemahan dollar AS menggiring rupiah naik 122 poin (0,89%) menjadi Rp 13.547 per dollar AS.

Beri Komentar