Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Dream - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan pemerintah akan berkoordinasi menentukan floor price susu sapi segar di Indonesia.
Hal itu diungkapkan saat mengunjungi peternakan PT Greenfields Indonesia bersama empat menteri lain. Pernyataan itu muncul setelah sebelumnya kelima menteri mengunjungi peternak sapi perah di Pujon, Malang, Jawa Timur.
" Pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Pertanian, harus bersama-sama menentukan floor price harga susu sapi segar dari peternak," kata Enggartiasto dalam pesan tertulisnya, Sabtu, 7 Januari 2017.
Dalam kunjungan itu, Enggartiasto bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimoeljono , serta Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara. Mereka mengunjungi peternakan sapi perah PT Greenfields Indonesia yang berlokasi di Desa Ngajum, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang.
Peternakan Greenfields telah beroperasi sejak 1997. Saat ini, perusahaan telah memiliki populasi 8.000 sapi dan merupakan peternakan sapi perah terbesar di Indonesia. Dengan mengambil bibit sapi Holstein dari Australia yang dikembangkan secara lokal, Greenfields mampu memproduksi susu sebesar 42 juta ton setiap tahun.
Selain mengunjungi peternakan sapi, para menteri bidang ekonomi tersebut sedang mengkaji kebijakan wajib serap susu segar dalam negeri (SSDN) oleh industri pengolahan susu (IPS). Saat ini, kebutuhan susu nasional masih bergantung pada impor susu bubuk sebesar 82 persen.
" Rendahnya harga SSDN di tingkat peternak menjadi penyebab utama keengganan peternak memelihara sapi perah," ujar Heru S. Prabowo, Wakil Ketua Asosiasi Peternak Sapi Perah Indonesia. " Harga saat ini antara Rp 5.000 dan 5.500 per liter."
Menurut Heru, harga tersebut tidak mampu menutupi biaya operasional untuk pemeliharaan sapi, terutama pakan sapi perah. Lebih lanjut, harga dasar yang setidaknya dibutuhkan peternak sapi perah adalah Rp 6.000. Dengan harga tersebut, petani diperkirakan bisa mendapatkan penghasilan sekitar Rp 1,9 juta per bulan.
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele