Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Dream - PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (Japfa) mendapatkan penghargaan Economic Challenges Awards 2016 sebagai salah satu perusahaan yang mampu melakukan inovasi dan mendorong pertumbuhan di masa sulit.
Perhargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri kepada Direktur External Relations Japfa Rachmat Indrajaya.
Japfa terpilih sebagai pemenang dalam kategori Aneka Industri dan Manufaktur dengan menyingkirkan empat kandidat lainnya, di mana salah satunya adalah emiten pakan ternak, PT Charoen Phokpand Tbk. Keberhasilan Japfa tersebut karena kemampuan perseroan untuk terus melakukan inovasi dan mendorong pertumbuhan usaha, meskipun harus melalui masa ketidakpastian pada 2016.
" Inovasi adalah pekerjaan yang tidak mudah. Diperlukan kegesitan dan keuletan untuk melakukannya," ujar Rhenald Kasali, salah satu dewan juri Economic Challenges Awards 2016, Rabu kemarin.
Kegesitan dan keuletan Japfa terlihat pada kemampuannya untuk menggaet investor asing seperti KKR Jade Ltd untuk menanamkan modal. Pada pertengahan 2016, Japfa mampu menggaet KRR Jade Ltd untuk menginvestasikan sebesar US $ 81,2 juta atau setara 10,44% saham.
" Saya tidak ingin melihat inovasi sebagai sebuah biaya, tetapi memegang prinsip inovasi atau mati. Mau tidak mau perusahaan harus melakukan inovasi untuk melewati masa yang sulit," kata Kristanto Santosa, pakar inovasi.
Salah satu faktor lainnya yang mampu mendorong Japfa melewati masa sulit adalah inovasi dengan cepat untuk menyikapi berbagai perubahan di pasar dan kebijakan dalam dunia agribisnis.
Sepanjang 2016, terdapat berbagai perubahan kebijakan mendasar mulai dari pengetatan impor jagung, kebijakan impor sapi yang mengalami banyak perubahan, dan berbagai kebijakan lainnya termasuk mengenai harga bahan pokok.
“ Japfa menyakini agribisnis merupakan salah satu pilar utama perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, JAPFA terus-menerus mendorong pertumbuhan dalam industri ini dengan dukungan dari peternak baik ayam, sapi, ikan, dan udang di seluruh Indonesia,” kata Rachmat Indrajaya, External Relations Director Japfa.
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya