Indeks Bluechip Syariah Lolos dari Koreksi, Indeks ISSI?

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 18 Desember 2017 16:35
Indeks Bluechip Syariah Lolos dari Koreksi, Indeks ISSI?
Begini kondisi indeks syariah hari ini.

Dream – Indeks syariah bergerak tidak kompak pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin, 18 November 2017. Indeks bluechip syariah Jakarta Islamic Index (JII) yang menguat jelang penutupan perdagangan tak mampu diikuti Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).

Meski melemah, nilai jual bersih pemodal asing pada saham-saham syariah (ISSI) tercatat lebih rendah dibandingkan JII.

Indeks ISSI tercatat turun 0,359 poin (0,19%) ke level 184,505. Indeks ini melemah di awal perdagangan usai merosot ke level 184,651. Meski sempat menguat ke zona positif dengan level tertinggi di 184,886, tekanan jual jelang penutupan berhasil menekan laju ISSI.

Sebaliknya, indeks keping biru syariah, yang melemah jelang penutupan perdagangan terselamatkan oleh aksi beli investor lokal. Indeks bersisi 30 emiten unggulan syariah inipun menutup perdagangan dengan menguat 1,744 poin (0,24%) ke level 737,032.

Secara volume, penjualan saham syariah memang berkurang cukup tajam. Namun nilai transaksi perdagangan hanya turun menjadi Rp4,12 triliun dengan 58,77 juta saham yang berpindah tangan. 

Papan perdagangan ISSI didominasi koreksi harga saham yang melanda 131 emitennya. Hanya 92 emiten yang bergerak naik, termasuk saham emiten asuransi syariah, JMAS yang menutup perdagangan dengan menguat 70 persen (98 poin) menjadi Rp238 per saham.

Indeks sektor barang konsumsi dan manufaktur mencetak kenaikan tertinggi masing-masing 1,40 persen dan 0,58 persen. Selebihnya, lantai bursa diwarnai koreksi indeks sektoral seperti aneka industri yang turun 1,21 persen, industri dasar 0,44 persen, dan pertambangan 0,25 persen.

Emiten-emiten JII yang menjadi top gainer awal pekan ini adalah UNVR yang harga sahamnya naik sebesar Rp850, ICBP Rp200, LPPF Rp150, WSKT Rp120, dan INCO Rp50.

Yang menjadi top loser adalah AKRA yang harga sahamnya terkoreksi Rp200, SMGR Rp150, ASII Rp125, BRPT Rp40, PGAS Rp35.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah 15 poin (0,11%) ke level Rp13.585 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar
Detik-Detik Jokowi Umumkan Kabinet Indonesia Maju