Indeks Syariah Melesat, Asing Melantai Usai 10 Hari Jualan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Kamis, 14 Desember 2017 16:43
Indeks Syariah Melesat, Asing Melantai Usai 10 Hari Jualan
Tak ada indeks sektoral yang memerah ketika perdagangan berakhir hari ini

Dream – Bursa saham syariah Indonesia kebanjiran aksi beli pemodal asing setelah 10 hari berturut-turut mereka melepas saham. Meski bursa regional rontok, indeks acuan saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan “ taringnya” dengan bertahan di zona hijau.

Dua indeks syariah kompak menguat sepanjang perdagangan BEI, Kamis 14 Desember 2017. Indeks Saham Syariah Indonesia meroket sampai 1,38 persen atau naik 2,501 poin ke level 184,090.

ISSI langsung berlari sejak sesi pembukaan perdagangan di mulai. ISSI dibuka menguat di level 182,041 dan sempat menyentuh level tertinggi di sesi penutupan. 

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII) tak kalah garang. Naik 9,790 poin (1,35%), indeks berisi 30 emiten unggulan syariah ini bertengger di level 735,027 poin.

Transaksi perdagangan saham syariah juga mengalami lonjakan tajam. Dari 102,43 juta saham yang diperdagangkan, nilai transaksi jual beli saham syariah di lantai bursa mencapai Rp5,85 triliun. Naik tajam dari sebelumnya Rp4 triliun.

Pemodal asing yang selama 10 hari perdagangan tak beranjak dari posisi jual, kini justru berbalik arah. Asing ramai-ramai melantai di bursa saham Indonesia. Saham-saham syariah termasuk salah satu yang menjadi incaran dengan nett buy hingga Rp747 miliar. Meski nilai beli ini belum memupus dana yang sempat ditarik sepanjang 10 hari tersebut. 

Semua indeks sektoral bergerak kompak menghijau. Aksi beli saham marak terjadi di sektor industri dasar, industri aneka, properti, dan perdagangan yang membumbung 2,94 persen, 2,49 persen, 1,61 persen, dan 1,11 persen.

Investor mengoleksi sejumlah saham-saham andalan JII dengan top gainer dihuni LPPF yang naik Rp1.050, UNTR (Rp275), ASII (Rp225), SMGR (Rp130), dan PTPP (Rp90). 

Namun masih ada bluechips syariah yang kurang diminati investor dan menghuni top losser seperti EXCL yang harga sahamnya turun Rp40, INCO Rp30, ADRO Rp10, dan BRPT Rp10.

Dari pasar uang, pada penutupan perdagangan, nilai tukar rupiah " perkasa" terhadap dolar AS. Kurs rupiah menguat 26 poin (0,26%) kelevel Rp13.554 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar
Ria Irawan Larang Rano Karno Jenguk Dirinya, Kenapa?