Bluechips Tambang `Gerus` Indeks Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 Desember 2017 16:50
Bluechips Tambang `Gerus` Indeks Syariah
Indeks ISSI dan JII sama-sama merosot ketika perdagangan ditutup.

Dream – Bak rollercoaster, Indeks syariah kembali memerah saat penutupan perdagangan awal pekan, Senin 11 Desember 2017. Emiten sektor pertambangan menjadi penyumbang terbesar pelemahan kinerja perdagangan indeks saham di lantai bursa.

Di tengah kondisi regional yang menguat, sejumlah indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia justru diserang aksi jual. Tekanan makin berat setelah asing meningkatkan jualan mereka. 

Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), melemah 0,584 poin (0,32%) ke level 180,003. Indeks ini memerah sejak sesi pembukaan yang melemah ke level 180,567.

Tekanan jual yang kuat jelang sesi penutupan membuat ISSI yang sempat menembus zona hijau dan menyentuh level tertinggi 181,065, menukik cukup tajam. 

Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII), juga ikut diserang aksi jual dan menutup perdagangan dengan melemah 1,091 poin (0,15%) ke level 720,157. Hampir seluruh penghuni JII dilanda aksi jual investor. 

Transaksi perdagangan saham syariah mencatat nilai Rp3,14 triliun, atau turun dari akhir pekan lalu yang mencapai Rp4,12 triliun. Sebanyak 46,94 juta saham menjadi sasaran jual beli investor dengan 158 emiten ditutup di zona merah. 

Investor banyak memainkan investasinya di saham sektor industri aneka, keuangan, dan manufaktur yang naik masing-masing 1,59 persen, 0,26 persen, dan 0,20 persen.

Sementara tiga indeks sektoral terkoreksi tajam dan menyeret indeks syariah melemah. Ketiga indeks itu adalah pertambangan sebesar 1,89 persen, industri dasar 0,91 persen, dan properti 0,63 persen.

Saham bluechips syariah yang menjadi top gainer hanya ada empat emiten yaitu SMGR yang harga sahamnya naik Rp225, ASII Rp150, UNVR Rp100, dan LPKR Rp15.

Deretan top loser indeks JII dihuni UNTR yang harga sahamnya merosot Rp450, AKRA Rp150, LPPF Rp150, PTBA Rp125, dan INCO Rp80.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar mendekam di zona merah. Rupiah melemah di level Rp13.572 per dolar AS atau turun 42 poin (0,31 persen). Rupiah menyentuh level terendah di Rp13.583 per dolar AS.

(Sah)

Beri Komentar
Tips Model Hijab Untuk Wajah Berbentuk Bulat | #OneMinuteWithDream