Kinerja Indeks Syariah Berbalik Menguat, Saham UNTR Meroket

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 29 November 2017 16:50
Kinerja Indeks Syariah Berbalik Menguat, Saham UNTR Meroket
Dua indeks sini sama-sama menguat.

Dream - Indeks syariah diselamatkan aksi beli jelang menit-menit terakhir penutupan perdagangan. Aksi beli investor pada saham-saham komoditas tambang mendorong Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menjauh dari zona negatif.

Lantai bursa saham syariah masih mengandalkan pemodal asing yang kembali melakukan aksi beli. Sebaliknya, asing justru melepas portofolio saham unggulan mereka meski ISSI mencatat nilai beli bersih. 

ISSI menutup perdagangan harian BEI, Rabu 29 November 2017 dengan menguat 0,546 poin (0,30%) ke level 183,148. Indeks ISSI memulai perdagangan di zona merah usai terkoreksi ke level 182,369.

Namun jelang penutupan, ISSI bergerak menguat setelah muncul aksi beli investor. Meski dibayangi koreksi sejumlah indeks bursa regional, ISSI terus bergerak menguat dan menyentuh  level tertinggi hingga sesi penutupan. 

Pergerakan yang sama juga dilewati indeks keping biru syariah, JII yang menanjak 0,535 poin (0,07%) ke level 730,562. Dibayangi aksi jual asing yang meningkat, JII akhirnya bisa keluar dari tekanan jual. 

Transaksi perdagangan saham syariah meningkat tajam pada perdagangan tengah pekan ini. Dengan 94,93 juta saham yang berpindah tangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah mencapai Rp12,01 triliun. 

Sayang peningkatan transaksi itu muncul seiring langkah pemodal asing yang melepas saham syariah. ISSI mencatat nett sell asing melonjak hingga Rp6,58 triliun. Padahal sehari sebelumnya, ISSI masih mencetat nett buy asing Rp256 miliar. 

Aksi beli saham investor marak terjadi di dua sektor saham yaitu pertambangan dan perdagangan. Kedua indeks ini meroket 1,64 persen dan 1,12 persen. Penguatan juga dialami indeks sektor perdagangan yang naik 0,77 persen.

Penguatan tiga indeks sektor saham itu mampu meredam koreksi yang dialami sebagian besar indeks acuan di BEI. Indeks barang konsumsi terkoreksi 0,74 persen, keuangan 0,69 persen, dan pertanian 0,50 persen.

Saham-saham sektor pertambangan memimpin daftar top gainer indeks bluechips syariah seperti UNTR yang harga sahamnya meroket Rp1.500, diikuti oleh PTBA sebesar Rp400. Top gainer lainnya dihuni oleh TPIA Rp200, EXCL Rp150, dan ICBP Rp100.

Sebaliknya, saham UNVR memimpin pelemahan indeks JII dengan melemah Rp775. Disusul top losser lainnya seperti AALI Rp250, INDF Rp100, SMGR Rp100, dan PTPP Rp50.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 28 poin (0,21%) ke level Rp13.482 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar
Tips Jitu Menyeimbangkan Karier dan Pendidikan Ala Tiffani Afifa