Pertamina Hulu Energi Akuisisi PI 3 WK di Kaltim, Salah Satunya di Lokasi Temuan Cadangan Gas Raksasa Tahun 2023
Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran
Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah
5 Minuman yang Sebaiknya Dihindari Setiap Hari Jika Ingin Mengurangi Gula
Pertamina dan MedcoEnergi Ambil 10% Hak Partisipasi Sumur Gas di Kaltim Milik Eni S.p.A
Mengapa AC Mobil Listrik Tetap Bisa Aman Menyala Meski Mesin Mati?
Mengapa Ada Orang yang Lebih Sering Mengalami Efek Samping Vaksin? Studi Ungkap Penyebabnya
Dibuka Menguat ke Level 6.109,32, IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Indeks Syariah Berbalik Menguat Setelah Melemah Saat Perdagangan Dimulai.
Dream – Menutup akhir pekan, indeks syariah keluar dari tekanan jual setelah melemah di awal perdagangan. Dengan aksi jual pemodal asing yang berkurang, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan Jakarta Islamic Index (JII) menyambut akhir pekan di zona positif.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat 8 Desember 2017, indeks ISSI menanjak 0,352 poin (0,20%) ke level 180,587. Indeks ini bergerak fluktuatif setelah dibuka memerah di level 180,033.
Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Index (JII) juga naik tipis 0,492 poin (0,07%) ke level 721,248.
Frekuensi transaksi perdagangan saham syariah jelang akhir pekan ini sedikit kekurangan tenaga. Namun nilai transaksi perdagangan meningkat cukup signifikan. Dari 68,84 juta saham yang beralih tangan, nilai transaksi perdagangan saham syariah bertambah menjadi Rp4,12 triliun.
Pemodal asing sepertinya memanfaatkan libur akhir pekan dengan mengoleksi saham-saham syariah untuk menyambut awal pekan mendatang. Nilai jual bersih saham syariah oleh pemodal asing berkurang signifikan menjadi Rp196 miliar dari sehari sebelumnya Rp417 miliar.
Mayoritas indeks sektoral menghijau. Dipimpin sektor barang konsumsi yang terangkat 0,90 persen, keuangan 0,68 persen, dan industri dasar 0,63 persen.
Sementara indeks sektoral yang mengalami koreksi diantaranya industri aneka yang turun 0,70 persen, pertanian 0,65 persen, infrastruktur 0,17 persen, dan pertambangan 0,16 persen.
Emiten keping biru syariah pencetak top gainer dihuni oleh UNVR yang harga sahamnya naik Rp600, TPIA Rp125, ICBP Rp100, PTBA Rp100, dan PGAS Rp55.
Sebaliknya, pencetak top loser adalah LPPF yang harganya turun Rp225, SMGR Rp100, UNTR Rp100, TLKM Rp60, dan ASII Rp50.
Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS naik 16 poin (0,12%) ke level Rp12.538 per dolar AS.
(Sah)
Advertisement

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Bukan Sekadar Hantu, Teror Rambut Sewu Berawal dari Dendam Keluarga


Spa and Wellness Jadi Bagian dari Gaya Hidup Urban, Ini Manfaatnya bagi Tubuh dan Pikiran

Survei: Dulu Coblos Prabowo, 55 Persen Pemilihnya Kini Bilang Ogah