Dibuka Lemas, Indeks Syariah Balik Menguat di Sesi Penutupan

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 13 Desember 2017 16:38
Dibuka Lemas, Indeks Syariah Balik Menguat di Sesi Penutupan
Indeks ISSI dan JII menghijau bersamaan.

Dream – Indeks syariah menguat lagi pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 13 Desember 2017. Berkurangnya aksi jual pemodal asing pada saham-saham unggulan syariah menjadi amunisi baru bagi indeks syariah.

Aksi beli asing ini menorong bluechip syariah PT United Tractor Tbk (UNTR) memimpin daftar pencetak kenaikan harga harga indeks Jakarta Islamic Index (JII). 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan dengan menguat 0,930 poin (0,51%) ke level 181,589 poin. Indeks ISSI berbalik menguat di menit-menit akhir perdagangan setelah dibuka melemah di level 180,633. Indeks ISSI sempat terperosok ke level terendah di 180,593.

Kondisi serupa juga dialami oleh indeks JII yang berisi 30 emiten unggulan syariah. Dengan 17 bluechips syariah yang harga sahamnya menguat, indeks JII melompat 3,566 poin (0,49%) ke level 725,237.

Volume perdagangan saham syariah juga meningkat tajam di pertengahan pekan ini dengan 75,38 juta saham beralih pemilik. Dari 190.826 kali frekuensi perdagangan saham syariah, nilai transaksi yang tercipta mencapai Rp4 triliun. Naik dari kemarin Rp3,73 triliun. 

Pemodal asing pelan-pelan mengurangi porsi jual saham syariahnya di BEI. Nett sell asing pada saham syariah turun menjadi Rp156 miliar dengan Rp62 miliar terjadi pada saham-saham unggulan syariah. 

Sebagian besar indeks sektoral bergerak menghijau dipimpin emiten sektor industri dasar yang naik 2,35 persen, keuangan 1,42 persen, dan pertambangan 1,01 persen. 

Namun lantai bursa juga merekam tekanan jual pada indeks sektor industri aneka yang turun sampai 1,29 persen, pertanian 0,31 persen, dan barang konsumsi 0,10 persen.

Dipimpin UNTR yang naik Rp1.100 per saham, emiten-emiten JII pencetak rekor tertinggi kali ini dihuni LPPF Rp525, PTBA Rp200, AKRA Rp175, dan INCO Rp100.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah ASII yang harga sahamnya turun Rp100, UNVR Rp100, TPIA Rp50, LSIP Rp30, dan ICBP Rp20.

Dari pasar uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 17 poin (0,13%) ke level Rp13.557 per dolar AS. Nilai tukar ini bergerak fluktuatif dan memerah di level Rp13.600 per dolar AS.

(Sah)

 

Beri Komentar
Roger Danuarta Ogah Lihat Cut Meyriska Tampil Modis