Indeks Syariah Melemah, Sektor Industri Terkoreksi

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Selasa, 13 Agustus 2019 17:08
Indeks Syariah Melemah, Sektor Industri Terkoreksi
Ikuti depresiasi rupiah?

Dream - Indeks syariah kompak melemah pada penutupan perdagangan Selasa 13 Agustus 2019. Pelemahan indeks ini mengekor apresiasi dolar AS.

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) merosot 1,291 poin (0,69%) ke level 184,932. ISSI berfluktuasi setelah dibuka menguat di 186,621.

Indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), melemah 8,159 poin (1,21%) ke level 667,474.

Indeks JII70 melorot 1,996 poin (0,87%) ke level 226,629.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi 39,633 poin (0,63%) ke level 6.210,962.

1 dari 5 halaman

Hanya Dua Indeks Sektoral yang Menguat

Minimnya sentimen positif membuat investor enggan melantai di bursa. Mereka cenderung melepas sahamnya di sektor industri dasar, manufaktur, dan barang konsumsi. Ketiga indeks sektoral ini terkoreksi masing-masing 2,29 persen, 1,5 persen, dan 1,26 persen.

Indeks sektor pertanian menguat 2,99 persen dan perdagangan 0,06 persen.

Harga saham AALI menguat Rp450, BLTZ Rp300, POLL Rp250, GMTD Rp200, dan MDKA Rp150.

Sebaliknya, yang menjadi top loser adalah MKPI yang harga sahamnya melorot Rp1.600, UNIC Rp1.030, UNVR Rp700, ITMG Rp650, dan INTP Rp625.

Pada 16.09, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS merosot. Kurs dolar AS melesat 131 poin (0,91%) ke level Rp14.325 per dolar AS.

2 dari 5 halaman

Indeks Syariah dan Kurs Rupiah Sama-Sama Lemas

Dream - Indeks syariah kembali merosot di perdagangan awal pekan ini, Senin, 12 Agustus 2019. Aksi beli pelaku pasar hanya berlangsung singkat di 1,5 jam perdagangan pertama.

Koreksi tak hanya terjadi pada bursa saham Indonesia. Di pasar keungan, laju mata uang Garuda sore ini juga mengalami pelamahan ke level Rp14.334 per dollar AS. 

Mengutip data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) sempat bergerak menguat di awal sesi perdagangan. ISSI dibuka naik ke level 187,300 di sesi prambukanaan perdagangan. 

Masih adanya sisa aksi beli pada akhir pekan lalu membuat ISSI sempat bergerak positif namun dalam tren turun. Koreksi mulai terjadi setelah 1,5 jam perdagangan dibuka. 

ISSI akhirnya menghabiskan sisi perdagangan awal pekan ini di zona negatif. Tak bisa lagi menanjak ke zona positif, ISSI ditutup melemah 0,445 poin (0,24%) ke level 186,223.

Kondisi yang sama dialami indeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang turut merosot 3,646 poin (0,54%) ke level 186,223. Sementara indeks JII70 melemah 0,949 poin (0,41%) ke level 228,625.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akhir pekan kemarin sempat bergerak naik juga tak bisa melawan arus koreksi hari ini. IHSG terkoreksi 31,537 poin (0,50%) ke level 6.250,595.

3 dari 5 halaman

Investor Tahan Diri

Investor menahan diri untuk melantai di bursa. Para penanam modal menjual sahamnya di sektor pertambangan, keuangan, dan perdagangan. Ketiga indeks ini melorot masing-masing 1,24 persen, keuangan 0,99 persen, dan perdagangan 0,91 persen.

Indeks sektor infrastruktur melemah 0,5 persen dan barang konsumsi 0,04 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah MAPA yang harga sahamnya menanjak Rp300, ISAT Rp250, POLL Rp250, ERAA Rp165, dan UNVR Rp150.

Sebaliknya, harga saham UNTR melemah Rp1.475, ITMG Rp400, GMTD Rp300, INDR Rp200, dan TCPI Rp175.

Pada pukul 16.11, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terkoreksi. Kursnya melorot 153 poin (1,07%) ke level Rp14.334 per dolar AS.

4 dari 5 halaman

Investor Agresif di Awal Sesi, Indeks Syariah Menguat Seharian

Dream - Indeks syariah kompak ditutup menguat pada perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BE(i), Jumat 9 Agustus 2019. Relatif amannya laju pergerakan bursa regional mendorong investor  sedikit melakukan aksi beli jelang libur akhir pekan ini.

Sentimen positif juga datang dari aksi beli pemodal asing yang masih berjalan di lantai bursa. Penguatan Dow Jones kemarin turut membuat investor lokal agresif berburu saham di sesi pembukaan. 

Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menutup perdagangan hari ini dengan menguat 0,498 poin (0,27%) ke level 186,668. ISSI menguat seharian setelah dibuka di 186,782 di sesi prapembukaan.

Aksi agresif pelaku pasar membeli saham mendorong ISSI kembali menanjak di sesi pembukaan ke level 186,842. ISSI bahkan sempat bertengger di level tertingginya di 187,490 saat perdagangan berjalan sekitar satu jam.

Di sesi siang, investor mulai sedikit mengurangi aksi beli saham setelah muncul sinyal negatif dari bursa regional. Alhasil, ISSI sedikti melemas meski masih bertahan di zona hijau hingga sesi penutupan. 

Penguatan juga dialami iIndeks keping biru syariah, Jakarta Islamic Index (JII), yang naik 0,680 poin (0,1%) ke level 679,279. Sedangkan Indeks JII70 menambah 0,537 poin (0,23%) ke level 229,574.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terlihat perkasa di awal perdagangan juga mulai kendor di sesi kedua. IHSG menutup perdagangan dengan naik tipis 7,461 poin (0,12%) ke level 6.282,132.

5 dari 5 halaman

Sektor Pertanian dan Pertambangan Jadi Primadona

Investor menahan diri di lantai bursa. Mereka cenderung membeli saham di sektor pertanian dan pertambangan. Kedua indeks ini terangkat masing-masing sebesar 1,67 persen dan 1,36 persen.

Sebaliknya, indeks industri aneka terkoreksi 1,44 persen, infrastruktur 0,15 persen, dan properti 0,08 persen.

Emiten syariah pencetak top gainer adalah BYAN yang harga sahamnya naik Rp975, BRAM Rp625, AALI Rp300, TPIA Rp175, dan UNVR Rp175.

Sebaliknya, harga saham LUCK terkoreksi Rp415, ITMG Rp275, MAPA Rp225, UNIC Rp150, dan ASII Rp125.

Pada 16.18, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat 12 poin. Kursnya meningkat 0,08 persen menjadi Rp14.188 per dolar AS.

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone