Wisata Syariah Akan Terus Tumbuh
Dream - Indonesia akan menjadi tuan rumah konferensi internasional wisata syariah. Konferensi itu akan digelar di Jakarta pada 2 hingga3 Juni mendatang. Menteri-menteri pariwisata dari negara-negara Islam yang tergabung dalam OKI dijadwalkan akan hadir.
" Usulan untuk membahas pentingnya wisata syariah dalam mendukung pariwisata global telah mendapat persetujuan dari mayoritas anggota sidang," kata Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar dalam keterangan tertulis yang diterima Dream.co.id.
Menurut Sapta, dalam pertemuan sebelumnya telah disepakati pelaksanaan konferensi itu berada di Jakarta. Sedangkan forum pertemuan itu bernama " The 1st OIC International Forum on Islamic Tourism”. Forum ini bakal membahas dan menggali potensi wisata syariah yang diprediksi akan mencapai US$ 2,47 triliun pada 2018.
Sapta mengungkapkan, wisatawan muslim dunia terus meningkat secara signifikan. Begitu juga dengan kebutuhan wisata yang " muslim friendly" semakin besar. Prediksi ini bukan tanpa dasar. Sebab sejumlah laporan menyebut pengeluaran masyarakat muslim terus meningkat dari tahun ke tahun.
Kajian Thomson Reuters dalam State of the Global Islamic Economy (2013) menunjukkan total pengeluaran masyarakat muslim dunia, untuk keperluan makanan halal dan gaya hidup (lifestyle), mencapai US$ 1,62 triliun pada tahun 2012 dan diperkirakan akan mencapai nilai US$ 2,47 triliun pada tahun 2018.
Sementara Pew Research Center Forum on Religion and Public Life mengungkapkan, populasi muslim dunia diperkirakan terus bertambah dari 1,6 miliar atau sekitar 23,4 persen penduduk dunia sebesar 6,9 miliar pada tahun 2010 menjadi sekitar 2,2 miliar atau sekitar 26,4 persen dari total penduduk dunia sebanyak 8,3 miliar di tahun 2030, denganrata-rata pertumbuhan sebesar 1,5 persen untuk penduduk Muslim setiap tahunnya
Konferensi internasional wisata syariah merupakan yang pertama kali digelar di dunia. Forum ini sebagai tindak lanjut pertemuan para menteri pariwisata negara anggota OKI di Banjul, Gambia tanggal 6 Deember 2013. Pertemuan tersebut menggagas suatu forum yang akan membahas pengembangan wisata syariah diantara negara anggota OKI.
Bagi Indonesia, potensi wisata syariah bukan hanya untuk pasar luar negeri saja. Tapi juga untuk pasar dalam negeri yang juga begitu besar dan terus mengalami kenaikan. Pengembangan wisata syariah Indonesia ini juga merupakan tindaklanjut dari Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!) yang dicanangkan presiden pada 17 November 2013.
Menurut data Kemenparekrag, pada tahun 2011 tercatat sekitar 239 juta pergerakan wisatawan nusantara dengan pengeluaran sekitar Rp 138 triliun. Sedangkan pada tahun 2012 tercatat sekitar 245 juta pergerakan wisatawan.
Jika 88,1 persen yang melakukan perjalanan adalah penduduk muslim (muslim traveller) maka akan didapat sekitar 215 juta pergerakan dengan pengeluaran diperkirakan sebesar US$ 129,37 miliar atau sekitar Rp 142,3 triliun. (Ism)