Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream - Anda pasti pernah mendengarkan ucapan, "Jangan keluar dari pekerjaanmu sebelum mendapatkan yang baru". Ucapan ini memang mengajarkan Anda untuk tidak sekadar keluar dari pekerjaan karena sakit atau karena ada hal-hal yang tidak menyenangkan di kantor.
Jika Anda ingin keluar dari pekerjaan Anda dan kantor Anda memberikan lampu hijau, tentu itu adalah sesuatu yang menakjubkan. Tapi, kehidupan tidak selalu berjalan dengan yang kita harapkan, kan?
Pendiri sekaligus CEO Human Workplace, Liz Ryan, punya lima alasan baik untuk keluar dari pekerjaan tanpa harus memiliki pekerjaan baru terlebih dahulu.
Dikutip dari Forbes, Minggu 30 April 2016, Liz mengatakan adalah hal yang sulit untuk menarik seseorang ke suatu pekerjaan. Apalagi jika orang itu membenci pekerjaan dan dirinya sendiri untuk berada di sana.
"Anda harus mendengarkan tubuh Anda. Tubuh Anda lebih pintar tentang hal-hal ini daripada pikiran Anda," kata dia.
1. Keamanan
Keamanan Anda harus menjadi prioritas. Kalau Anda tidak aman dengan pekerjaan Anda, lebih baik Anda keluar. Anda harus keluar dari situasi berbahaya. Apabila Anda mengalami kekerasan seksual di tempat Anda bekerja, beri tahu manajemen dan bagian SDM. Tapi, jangan berharap Anda akan terlindungi kalau hanya melaporkan kondisi ini tanpa disertai dengan langkah selanjutnya.
2. Kesehatan
Kesehatan itu lebih penting daripada keberlanjutan karier Anda. Kalau pekerjaan Anda membuat Anda sakit atau apa pun, lebih baik keluar untuk beristirahat untuk mengumpulkan tenaga dan mencari pekerjaan lain.
3. Keseimbangan
Saat pekerjaan Anda mengganggu keseimbangan hidup Anda, Anda tidak bisa menunggu untuk keluar sampai mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan harapan Anda. Jika demikian, Anda bisa saja mencari pekerjaan paruh waktu yang bisa mengeluarkan Anda dari pekerjaan lama Anda.
4. Siap untuk mengakhiri, tapi belum siap untuk memulai.
Alasan ini bisa saja digunakan untuk memutuskan keluar dari pekerjaan, tapi belum mendapatkan "pegangan" yang baru. Anda bisa rehat sejenak untuk menghilangkan kepenatan dari rutinitas yang Anda lalui di pekerjaan lama.
5. "Babak belur"
Anda mungkin kepayahan dalam pekerjaan lama Anda. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melarikan diri dari situasi seperti ini untuk memulihkan diri Anda. Tubuh Anda paling memahami kondisi Anda saat ini. Tanyakan kepada diri Anda. "Apakah saya harus mencari pekerjaan dalam kondisi seperti ini atau saya harus pulih terlebih dahulu?" Jika Anda bisa mencari pekerjaan sebelum keluar dari pekerjaan yang lama, itu luar biasa.
Advertisement

Berawal dari Penyakit Misterius dan Mayat Membusuk, Begini Sejarah Mitos Vampir yang Mendunia

3 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari Sebelum Olahraga, Menurut Ahli Gizi

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

Mengapa Ada Pusar Bodong dan Pusar Masuk? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Mau Nonton Grand Final AXIS Nation Cup 2026? Ini Cara Daftar dan Datang ke Istora Senayan

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS