Budi Karya Sumadi Tetap Jadi Menhub, Ini PR Baru dari Jokowi

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 22 Oktober 2019 18:36
Budi Karya Sumadi Tetap Jadi Menhub, Ini PR Baru dari Jokowi
Budi kembali melanjutkan tugas sebagai Menteri Perhubungan

Dream - Budi Karya Sumadi menjadi orang ketiga yang bakal tetap menduduki menteri. Dia telah mendapat kepastian mengenai posisinya setelah bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

" Saya ditugaskan untuk melanjutkan tugas sebagai Menteri Perhubungan," ujar Budi di Istana Negara, Selasa 22 Oktober 2019.

Budi mengatakan Jokowi kembali memberikan amanat kepadanya. Dia pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan.

" Tentunya banyak tugas yang harus diselesaikan," kata dia.

Beberapa tugas yang diberikan Jokowi antara lain memastikan keterhubungan pulau-pulau Indonesia. Terutama yang mendukung pengembangan sektor pariwisata.

" Sejak satu tahun terakhir ini, kita menetapkan lima Bali baru, di mana dibangun berbagai fasilitas baik bandara, pelabuhan dan aksestabilitas," kata dia.

Lebih lanjut, Budi mengatakan segera berkoordinasi dengan pihak terkait berdasarkan instruksi Jokowi.

" Secara khusus disampaikan bahwa koordinasi untuk menjadikan pariwisata dan logistik ditingkatkan," kata dia.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

1 dari 5 halaman

Diajak Lagi Jokowi, Yasonna Laoly Siap Undur Diri dari DPR

Dream - Yasonna Laoly masuk dalam daftar nama yang dipanggil Presiden Joko Widodo. Pria yang sudah mengajukan pengunduran menteri saat terpilih menjadi anggota DPR-RI itu bertemu dengan Jokowi sore ini, Selasa, 22 Oktober 2019.

" Bapak Presiden meminta saya membantu beliau kembali," ujar Yasonna di Istana Negara.

Menurut Yasonna pertemuannya dengan Jokowi membahas seputar persoalan peraturan perundang-undangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah sejumlah aturan yang selama ini dianggap bisa menghambat masuknya arus investasi.

" Kami diskusi banyak, beliau meminta apa yang disampaikan beliau dalam pidato pelantikan bisa diselesaikan dengan segera," kata dia.

Terkait jabatan menteri, Jokowi mensyaratkan setiap calon harus melepaskan semua posisinya baik dalam politik maupun bisnis. Yasonna mengaku siap mundur dari anggota DPR fraksi PDIP.

Yasonna sempat mengampu jabatan sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia pada Kabinet Kerja I. Yasonna sempat mundur dari jabatan menteri karena terpilih sebagai anggota DPR.

(Sah, Sumber: Merdeka.com)

 

2 dari 5 halaman

Jenderal Tito Karnavian Diberhentikan dari Kapolri

Dream - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberhentikan Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri. Surat pemberhentian perwira polisi bintang empat itu telah diserahkan presiden kepada pimpinan DPR RI.

Surat pemberhentian itu dibacakan Ketua DPR, Puan Maharani dalam agenda tambahan rapat paripurna.

" Izinkan kami menyampaikan kepada sidang Dewan yang terhormat bahwa pimpinan Dewan telah menerima empat buah surat Presiden RI," ujar Puan dikutip dari Liputan6.com, Selasa 22 Oktober 2019.

Surat pertama yang dibacakan Puan bernomor R48 tanggal9 Oktober 2019 terkait permohonan pertimbangan atas pencalonan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh negara sahabat untuk Republik Indonesia.

Surat kedua yakni Nomor R49 tanggal 16 Oktober 2019 tentang permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia. Surat pemberhentian Tito baru dibacakan yang ketiga yakni bernomor R51 tanggal 21 Oktober 2019 tentang permintaan persetujuan pemberhentian Kapolri.

Surat yang keempat dari Jokowi bernomor R52 tanggal 21 Oktober2019 mengenai calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Periode 2019-2023.

Puan kemudian meminta persetujuan kepada seluruh anggota DPR yang hadir terkait permohonan Jokowi untuk memberhentikan Tito. 

Menanggapi hal itu, anggota DPR kemudian menyatakan setuju. " Setuju," jawab anggota dewan.

Sehari sebelumnya, Jokowi memanggil Tito ke Istana Negara saat proses wawancara para calon menteri kabinet kerja jilid II. Tak seperti para calon menteri lain, Tito hadir dengan mengenakan pakaian dinas lapangan.

Salah seorang petinggi Mabes Polri mengatakan Tito kemungkinan akan mendapat posisi baru dari presiden Jokowi. Tak disebutkan posisi apa yang ditempati mantan Kepala Badan Nasional Penanggulanan Terorisme (BNPT) tersebut.

(Sah, Sumber: Liputan6.com)

3 dari 5 halaman

Kapolri Tito Karnavian Dapat Jabatan Baru dari Jokowi?

Dream - Kedatangan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Istana Negara, Jakarta memicu spekulasi. Polisi bintang empat itu datang di saat presiden memanggil sejumlah tokoh yang digadang menjadi seorang calon menteri. 

Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Pol Mohamad Iqbal mengatakan, kedatangan Tito itu sebagai sinyal kalau pimpinannya itu akan mendapat jabatan baru di pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

" Mungkin ada semacam jabatan baru," ujar Iqbal dikutip dari Liputan6.com, Senin 21 Oktober 2019.

Iqbal yang turut menemani Tito ke Istana Negara enggan menjelaskan secara rinci jabatan baru apa yang akan diemban pimpinannya itu.

Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menjelaskan, setelah bertemu dengan Jokowi, Tito kemudian bertemu dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Tito Karnavian diketahui dilantik sebagai Kapolri pada 13 Juli 2016. Tahun ini mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang lahir pada 26 Oktober 1964 itu telah menginjak usia 56 tahun. 

Merujuk pada Surat Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) bernomor K.26-30/V.119-2/99 tentang Batas Usia Bagi PNS Yang Memegang Jabatan Fungsional yang diterbitkan 3 Oktober 2017 disebutkan batas Usia Pensiun adalah 58 tahun bagi pejabat administrasi, pejabat fungsional ahli muda, pejabat fungsional ahli pertama, dan pejabat fungsional keterampilan.

Kedua 60 tahun bagi pejabat pimpinan tinggi dan pejabat fungsional madya. Dan 65 tahun bagi PNS yang memangku pejabat fungsional ahli utama.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Ady Nugraha)

4 dari 5 halaman

Kapolri Tito Karnavian Dipanggil Jokowi, Kursi Menteri Apa?

Dream - Kapolri Jenderal Tito Karnavian, hari ini datang ke Istana Negara. Tito memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo.

Tito memasuki kompleks Istana Negara sekitar pukul 12.10 WIB. Dia didampingi beberapa pejabat Polri, salah satunya Kadiv Humas Polri, Irjen M Iqbal.

Tito menjadi orang keenam yang dipanggil Jokowi hari ini. Tetapi, penampilan Tito berbeda dengan lima orang sebelumnya.

Tito mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL). Sementara mereka yang datang sebelumnya mengenakan kemeja putih.

Tidak diketahui apa maksud pemanggilan Tito. Tetapi, hari ini memang Jokowi tengah mengundang sejumlah orang untuk membicarakan susunan kabinet.

Sebelum Tito, lima orang yang sudah memenuhi panggilan Jokowi adalah Mantan Ketua MK Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, Bos Gojek Nadiem Makarim, Bos Net TV Wishnutama, dan Bos Mahaka Group Erick Thohir.

5 dari 5 halaman

Nadiem Makarim Mundur dari Gojek Usai Dipanggil Jokowi

Dream - Nadiem Makarim menjadi salah satu yang memenuhi panggilan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bos Gojek itu diajak berbicara mengenai susunan menteri kabinet baru Jokowi.

Nadiem mengaku mendapat tawaran dari Jokowi untuk menjadi menteri. Nadiem pun menyatakan bersedia menerima tawaran tersebut.

" Sudah dikasih tahu dan saya menerima," ujar Nadiem, dikutip dari Liputan6.com, Senin 21 Oktober 2019.

Nadiem tenar sebagai bos perusahaan aplikasi transportasi online, Gojek. Terkait posisinya di Gojek, Nadiem memutuskan mundur dari jajaran pemimpin perusahaan tersebut.

" Per hari ini, posisi saya di Gojek sudah mundur dan tidak ada kewenangan sama sekali di Gojek," kata dia.

Terkait posisi menteri apa yang akan dia pegang, Nadiem enggan memberikan keterangan. Dia mengaku tidak punya kewenangan mengenai hal ini.

" Saya belum boleh bicara mengenai itu (menteri). Itu hak prerogratif Presiden," ucap dia.

(Sah, Sumber: Liputan6.com/Agustin Setyo Wardani)

Beri Komentar
Tutorial Ikuti Audisi LIDA 2020 Indosiar di KapanLagi Lewat Handphone