Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Jadi Decacorn, Grab Tingkatkan Wirausaha Mikro Di Indonesia (Foto: Grab)
Dream - Tak menutup kemungkinan jika perkembangan teknologi dan internet juga ikut menopang eksistensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Pelaku wirausaha kecil pun memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, mulai dari mengurangi angka kemiskinan hingga memberi pemasukan negara dalam bentuk devisa.
Bukan hanya Kementerian Koperasi dan UMKM yang mewakili pemerintah untuk memberi perhatian ekstra bagi pelaku UMKM, tapi juga startup level decacorn, yaitu Grab.
Perbedaan Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn
Sebelum Grab resmi menyandang status decacorn, startup asal Singapura ini lebih dulu naik ke level unicorn pada tahun 2014. Hanya butuh waktu 2 tahun bagi Grab sejak awal didirikan hingga menembus valuasi di atas US$1 miliar.
Namun untuk mencapai status decacorn, Grab butuh waktu 4 tahun untuk membukukan valuasi 10 kali lipat startup unicorn atau tepatnya US$10 miliar. Namun perjuangannya untuk menarik investor tidak hanya membawa Grab ke tingkat decacorn, tapi juga membuka peluang untuk meraih status hectocorn atau valuasi di atas US$100 miliar
Rencana Grab sebagai Decacorn
Pencapaian luar biasa yang didapat Grab di akhis tahun 2018 ini tak lepas dari pendanaan putaran seri H sebesar US$4,5 miliar. Selain Softbank Vision Find yang menjadi investor terbesar, Toyota Motor Corporation, Oppenheimer Funds, Hyundai Motor Group, Booking Holdings, Microsoft Corporation, Ping An Capital dan Yamaha Motor juga bergabung di dalamnya.
Menurut CEO Grab Anthony Tan, sebagian besar dana investasi ini akan digunakan untuk meningkatkan taraf kehidupan dan penghasilan masyarakat di Indonesia. Mulai dari fokus pada wirausaha mikro misalnya lewat pelayanan GrabFood, meningkatkan kemampuan generasi muda Indonesia lewat pelatihan di kampus, serta akselerasi startup untuk membangun ekosistem di Grab.
Bentuk Nyata dari Grab sebagai Decacorn
Investasi yang cukup banyak di Indonesia ini merupakan salah satu bentuk nyata dari visi Grab, bukan hanya sebagai decacorn tapi juga superApp terkemuka di Asia Tenggara. Nantinya, startup yang dirintis oleh Anthony Tan dan Hooi Ling Tan ini akan terus mengembangkan layanan Grab sebagai solusi sehari-hari.
Mulai dari layanan transportasi, pengiriman barang dan makanan, pembayaran mobile, dan hiburan digital dalam satu aplikasi.
Startup Decacorn yang Usung Filosofi Platform Terbuka
Keinginan Grab untuk mewujudkan hidup yang lebih baik di Asia Tenggara, terutama di Indonesia, tak lepas dari filosofi platform terbuka. Hal ini yang akan menyatukan para mitra untuk bergerak bersama demi kesejahteraan semua orang.
Hasilnya, bukan hanya melipatgandakan revenue di tahun-tahun yang akan datang, tapi juga menarik minat investor lainnya yang percaya jika feedback pengguna ke Grab sangat baik. Hal ini tak lepas dari komitmen Grab untuk memberikan layanan berkualitas terbaik dan tarif paling terjangkau, serta mengutamakan efisiensi waktu.
Keberhasilan Grab sebagai decacorn ini diharapkan mampu mendorong perkembangan UMKM, yang berujung pada meningkatnya taraf hidup masyarakat di Indonesia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

Sambut Tren Warna 2027, JOTUN Hadirkan 24 Warna dalam Koleksi JOURNEYS

Sering Mengalami Suduken Saat Olahraga? Ini Penyebab dan Cara Cepat Meredakannya

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'