Pemilik Tanah di Jalur MRT Langsung Tajir, Ini Harga Sekarang

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Senin, 11 September 2017 16:15
Pemilik Tanah di Jalur MRT Langsung Tajir, Ini Harga Sekarang
Jokowi menegaskan takkan lagi menunda-nunda proyek infrastruktur. MRT jadi contohnya.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji tidak akan menunda-nunda pembangunan infrastruktur. Dia mengakui biaya infrastruktur akan membengkak jika rencana pembangunan tak kunjung dilaksanakan.

Jokowi mencontohkan pembangunan  mass rapid transit (MRT) di Jakarta yang tertunda akibat tingginya biaya pembangunan. Jika dilakukan 26 tahun yang lalu, harga tanah kala itu masih Rp2 juta-Rp5 juta per meter persegi. Kini, harga pembebasan lahan mencapai Rp80 juta-Rp100 juta per meter persegi.

“ Coba dibayangkan itu biaya per meter. Betapa mahalnya jika ditunda-tunda terus yang namanya pembangunan infrastruktur,” kata Jokowi Dilansir dari setkab.go.id, Senin 11 September 2017, ketika meresmikan ruas tol Jombang-Mojokerto di Jalan Tol Seksi II Jombang-Mojokerto Barat, Jawa Timur.

Jokowi menekankan infrastruktur menjadi salah satu kunci sebuah negara untuk memenangkan persaingan. Ketersediaan infrastruktur akan menurunkan biaya logistik suatu negara dan memudahkan persaingan dengan negara lain. Misalnya, biaya logistik dari satu provinsi ke provinsi lain itu 2,5 kali lebih besar daripada Singapura dan Malaysia.

“ Jika biaya itu mahal, artinya yang menjadi beban masyarakat itu mahal. Larinya ke sana. Oleh sebab itu konektivitas seperti ini sangat diperlukan,” kata mantan wali kota Solo itu.

Menyadari hal tersebut, Jokowi tidak akan menunda lagi pembangunan infrastruktur. Menjangkau sebuah daerah di Indonesia tidak mudah karena areanya begitu luas. Jokowi pun mengingatkan pentingnya kecepatan dalam membangun infrastruktur.

“ Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, saya saja yang presiden merasakan susahnya menjangkau suatu daerah, apalagi masyarakat. Saya bisa membayangkan,” kata dia.

Beri Komentar
Jangan Lewatkan
More