Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Presiden Joko Widodo Meresmikan Ruas Tol Jombang-Mojokerto Di Jalan Tol Seksi II Jombang-Mojokerto Barat, Jawa Timur. (Foto: Setkab.go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berjanji tidak akan menunda-nunda pembangunan infrastruktur. Dia mengakui biaya infrastruktur akan membengkak jika rencana pembangunan tak kunjung dilaksanakan.
Jokowi mencontohkan pembangunan mass rapid transit (MRT) di Jakarta yang tertunda akibat tingginya biaya pembangunan. Jika dilakukan 26 tahun yang lalu, harga tanah kala itu masih Rp2 juta-Rp5 juta per meter persegi. Kini, harga pembebasan lahan mencapai Rp80 juta-Rp100 juta per meter persegi.
“Coba dibayangkan itu biaya per meter. Betapa mahalnya jika ditunda-tunda terus yang namanya pembangunan infrastruktur,” kata Jokowi Dilansir dari setkab.go.id, Senin 11 September 2017, ketika meresmikan ruas tol Jombang-Mojokerto di Jalan Tol Seksi II Jombang-Mojokerto Barat, Jawa Timur.
Jokowi menekankan infrastruktur menjadi salah satu kunci sebuah negara untuk memenangkan persaingan. Ketersediaan infrastruktur akan menurunkan biaya logistik suatu negara dan memudahkan persaingan dengan negara lain. Misalnya, biaya logistik dari satu provinsi ke provinsi lain itu 2,5 kali lebih besar daripada Singapura dan Malaysia.
“Jika biaya itu mahal, artinya yang menjadi beban masyarakat itu mahal. Larinya ke sana. Oleh sebab itu konektivitas seperti ini sangat diperlukan,” kata mantan wali kota Solo itu.
Menyadari hal tersebut, Jokowi tidak akan menunda lagi pembangunan infrastruktur. Menjangkau sebuah daerah di Indonesia tidak mudah karena areanya begitu luas. Jokowi pun mengingatkan pentingnya kecepatan dalam membangun infrastruktur.
“Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote, saya saja yang presiden merasakan susahnya menjangkau suatu daerah, apalagi masyarakat. Saya bisa membayangkan,” kata dia.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari