Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang
Cinta Laura Ajak Anak Muda Mulai Sustainability dari Langkah Kecil
Tak Perlu Trial and Error Pilih Susu Formula Anak, Cukup Scan & Check AceKid Sumber Susunya Transparan
Presiden Joko Widodo Membagikan 1,114 Sertifikat Tanah Di Nusa Tenggara Timur. (Foto: Setkab,go.id)
Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan 1.144 sertifikat tanah program strategis tahun 2016 di Nusa Tengara Timur. Presiden berpesan agar sertifikat ini bisa dimanfaatkan untuk menambah modal usaha rakyat.
“ Diagunkan dan investasi ke bank silakan, tapi dikalkulasi yang betul. Jangan dipakai buat beli motor atau TV. Harus dipakai untuk kegiatan yang produktif,” kata Jokowi kepada penerima sertifikat di Lapangan Sepak Bola Desa Silawan, Belu, Nusa Tenggara Timur, dikutip dari setkab.go.id, Kamis 29 Desember 2016.
Sekadar informasi, 1.144 sertifikat tanah ini terdiri atas 665 sertifikat tanah di Kabupaten Belu, 397 sertifikat di Kabupaten Malaka, 201 sertifikat di Kabupaten Timor Tengah Utara, 100 sertifikat di Kabupaten Timor Tengah Selatan, 42 sertifikat di Kabupaten Kupang, dan 110 sertifikat di Kota Kupang.
Di samping memberikan sertifikat, Jokowi meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) dapat merampungkan 1 juta sertifikat pada tahun 2016. Untuk tahun berikutnya, mantan wali kota Solo ini meminta kementerian tersebut bisa meningkatkan jumlah sertifikat yang dapat dibagikan.
“ Tahun depan saya meminta 5 kali lipat menjadi 5 juta. Tahun depannya 7 juga, tahun depannya 9 juta,” kata dia.
Mantan gubernur DKI Jakarta ini mengatakan ada 46 juta pemegang sertifikat tanah dari 110 juta pemilik tanah. “ Ini masih kurang,” kata dia.
Jokowi juga meminta kementerian untuk lebih memperhatikan pengurusan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) di daerah-daerah melalui pemberian pemotongan harga, bahkan penggratisan biaya. “ Bisa diberikan diskon, digratiskan karena saya perintahkan di pusat untuk dipercepat dan saya meminta nggak ada lagi pungli-punglian,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Apa Sebenarnya yang Memisahkan Satu Samudra dari Samudra Lain? Ternyata Tak Selalu Ada Garis Batas

Terjaga Setelah Tengah Malam Bisa Mengubah Cara Otak Bekerja, Ini Penjelasan Ilmuwan

Punya Rumah atau Masih Menyewa, Ketahui Mana yang Lebih Memengaruhi Kebahagiaan

Rute Kereta Terpanjang yang Bisa Ditempuh dalam Sekali Jalan, Tembus 10.000 Kilometer Lebih


6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya