Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Edukasi Warga Binaan Lapas Kelas II A Pondok Bambu (Sumber: Tokopedia)
Dream - Kemajuan teknologi lewat media jual beli online membuka sekat bisnis yang selama ini dilakukan secara fisik. Bahkan dari balik jeruji, kini para warga binaan lapas bisa berbisnis.
Inilah yang dilakukan situs e-Commerce Tokopedia dengan Yayasan Tangan Pengharapan saat mendatangi Lemaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Pondok Bambu khusus perempuan.
Mereka mendatangi warga binaan Lapas itu untuk melakukan sosialisasi pemanfaatan internet dalam berbisnis online.
“Kami percaya siapa saja, tidak terkecuali warga binaan lapas, bisa merealisasikan mimpinya untuk membangun usaha, dimulai dari Tokopedia,” kata Communications Lead Tokopedia Siti Fauziah dikutip dari keterangan tertulisnya yang diterima Dream, Kamis, 2 Februari 2017.
Wanita yang biasa disapa Puji ini mengaku banyak perempuan penghuni Lapas yang memiliki keahlian. "Mereka sangat siap dengan produk bernilai jual. Tinggal bagaimana memasarkannya," katanya.
Kepala Lapas Perempuan Kelas II A Pondok Bambu Ika Yusanti berharap apresiasi yang dilakukan Tokopedia diharapkan bisa membuka peluang pekerjaan bagi para warga binaanya yang sudah menyelesaikan masa hukuman.
“Umumnya, mantan warga binaan sulit mendapatkan pekerjaan. Namun melalui Tokopedia, mereka tidak perlu membuat CV maupun surat lamaran, serta surat kelakuan baik untuk memulai dan membangun bisnis. Hal ini tentu akan sangat membantu mereka mendapatkan penghidupan,” jelas Ika.
Salah satu warga binaan yang mengikuti sosialisasi mengaku, selama menghuni Lapas dirinya sudah diberikan pelatihan keterampilan dan memiliki produk-produk buatan tangan kami sendiri, mulai dari handicraft, fesyen dan aksesoris, hingga makanan kering.
Penghuni Lapas yang memang tak disebutkan namanya ini mengakui sangat membutuhkan informasi mengenai media pemasaran yang lebih efektif.
Sementara Educational Project Manager Yayasan Tangan Pengharapan, Jean O. Christensen berharap kegiatan ini memiliki keberlanjutan hingga benar-benar memberikan dampak bagi pesertanya.
"Saat nantinya mereka bebas, mereka bisa menjadi wirausaha, bekerja dari rumah," tutup Jean.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari