Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol
8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli
5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa
8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi
5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO
BNI Masuk Top 4 BUMN dengan Layanan Terbaik
Sering Merasa Tidak Cocok Bergaul? Bisa Jadi Ini Penyebab yang Jarang Disadari
Ilustrasi Berdoa (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Surah At Taubah yang bermakna pengampunan merupakan surat Madaniyyah atau tepatnya diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. setelah kembali dari perang Tabuk pada tahun ke 9 H. Dan secara kebetulan urutan surat tersebut juga dalam Al Quran adalah surat ke-9 dan berjumlah 129 ayat.
BACA JUGA: Allah maha melihat, makna Asmaul Husna Al Basir
Penamaan surat At Taubah berkaitan dengan pembahasan pemutusan perjanjian damai dengan kubu Musyrikin dan diperbolehkannya memerangi mereka dikarenakan banyak isi perjanjian yang mereka langgar.
Perbedaan yang mencolok antara surat At Taubah dengan surat lainnya adalah surat at Taubah tidak diawali dengan bacaan basmallah. Dikarenakan dalam surat at Taubah banyak berisi perihal peperangan, sedangkan lafaz basmallah adalah simbol perdamaian dan kasih sayang antar sesama.

Surah at Taubah memiliki beberapa nama, diantara yaitu:

Turunnya surat at Taubah merupakan hikmah dari perang Tabuk yaitu perang terakhir Rasulullah SAW sebelum beliau wafat. Dalm surat at Taubah terdapat kisah taubatnya tiga orang yang tidak ikut dalam perang Tabuk. Dimana sebelumnya ketiganya selalu mengikuti perang melawan musuh-musuh Allah. Mereka adalah Ka’b bin Malik, Hilal bin Umayyah, dan Murarah bin Ar-Rabi.
Terkait dengan tahun turunnya surah at-Taubah, para mufasir sepakat bahwa surat at Taubah ini di turunkan pada akhir tahun ke-9 H. Pada tahun tersebut, Nabi Muhammad SAW bersama sejumlah umat Islam berangkat menuju Tabuk dengan maksud untuk menghalau tentara Romawi yang sewaktu-waktu siap menyerang wilayah-wilayah Islam.
Ketika nabi bersama kaum muslimin melakukan persiapan menghadapi perang terakhir yang beliau ikuti ini, kaum muslimin dalam keadaan susah karena sedang musim panas.
Dalam keadaan seperti itu, orang-orang munafik tidak dapat menyembunyikan keaslian jati diri mereka sebagai orang-orang yang hanya berpura-pura menyatakan diri sebagai orang yang beriman.
Adapun sebagian besar dari ayat-ayatnya di turunkan sesudah terjadinya perang Tabuk. Ayat pertama dari surat at Taubah ini turun ketika sedang berlangsung pelaksanaan ibadah haji pada tahun ke-9 H. dan Nabi sendiri pun tidak ikut melaksanakan ibadah haji pada waktu itu sehingga Abu Bakar di tunjuk oleh Rasulullah untuk memimpin rombongan jamaah haji.
Kemudian Rasulullah mengutus Ali ra menyusul Abu Bakar untuk membacakan awal surat at Taubah ini kepada para jamaah haji yang sedang berkumpul di Mina, yang ketepatan pada waktu itu haji akbar, yaitu hari kesepuluh sehari selepas wukuf di padang Arafah.

Adapun isi kandungan surat at Taubah adalah sebagai berikut:
(Diambil dari berbagai sumber)
Advertisement
Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI

Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD

Limbah Makanan di Indonesia Sangat Tinggi, Pastikan Lakukan 5 Hal Ini di Rumah

IHSG Dibuka Menguat ke Level 5.940 di Tengah Aksi Hati-Hati Investor


Sering Lewatkan Sarapan? Kebiasaan Ini Diduga Bisa Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Makan Malam Jam Berapa agar Metabolisme Tetap Sehat dan Tidur Lebih Nyenyak? Ini Kata Penelitian

Mengenal Aroma Parfum: Apa Arti Oud, Musk, Amber, hingga Vetiver dalam Bahasa Indonesia?

8 Kebiasaan di Dapur yang Diam-Diam Bisa Membahayakan Kesehatan, Nomor 1 Sering Dilakukan

Color Analysis, Cara Memilih Warna Pakaian agar Penampilan Lebih Menonjol

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa