Para Pelajar MAN IC Tengah Mengasah Kemampuan Berwirausaha Di Gedung Smesco (Dream.co.id/Maulana Kautsar)
Dream - Sebanyak 120 pelajar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC) mengasah ide kreatif menjadi wirausaha di Gedung Small and Medium Enterprises and Cooperatives (Smesco). Mereka diajak berkenalan dengan produk-produk Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Direktur Bisnis dan Pemasaran Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (LLP-KUKM) Kementerian Koperasi dan UKM, Bagus Rachman menilai produktivitas UKM memang harus dimulai sejak usia sekolah.
" Pertumbuhan ekonomi itu salah satunya ditandai dengan produktivitas. Nah, Smesco mewadahi bagaimana agar anak-anak ini mendapatkan ide agar tumbuh menjadi seorang wirausaha," kata Bagus, Rabu, 28 September 2016.
" Jangan sampai nanti ide-ide kreatif yang tergerus saat kuliah. Karena saat kuliah nanti mereka sudah fokus," kata dia menambahkan.
Smesco sebagai laboratorium kewirausaan di Indonesia selama ini membuka diri sebagai wadah belajar bagi mereka yang ingin terjun menggeluti dunia UKM.
" Sebab, kewirausahaan di Indonesia masih tergolong sedikit. Jumlahnya baru sekira 1,6 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Padahal negara-negara maju biasanya memiliki jumlah wirausaha di atas 2 persen. Bahkan, Singapura sudah mencapai tujuh persen," kata dia.
Selain menjadi lokasi belajar, Smesco juga kerap mengadakan agenda kewirausahaan semisal pameran dan workshop. Tidak hanya itu, Smesco kerap mendampingi para mitra usaha mereka.
Pengajar MAN IC, Kusen mengatakan kunjungan ke Smesco sebagai langkah mengenal realitas dunia kewirausahaan. Sebab, di sekolah, kewirausahaan selain menjadi bagian mata pelajaran muatan lokal, juga kerap dipraktikan para murid.
Kusen bercerita, praktik kewirausahaan yang dibuat siswa, misalnya membuat kelompok-kelompok usaha. Kegiatan itu muncul saat ada acara di sekolah.
" Siswa biasanya mendapatkan modal secara patungan atau kerjasama dengan pihak luar sekolah," kata Kusen.
Selain dalam bentuk mata pelajaran, sekolah berkonsep boarding school itu juga memberikan edukasi kepada siswi. Pada jam Salat Jumat, para siswi diajarkan pendidikan keputrian berisi materi merawat tubuh hingga keterampilan.
" Dengan harapan sebagai bekal yang dapat diaplikasikan usai sekolah nanti. Baik untuk keperluan pribadi atau wirausaha," ucap dia.
Pembekalan di bidang wirausaha itu, kata Kusen, diberikan pada kelas XII. Ini sengaja dengan harapan seusai lulus sekolah menengah, para alumnus dapat membekali diri dengan kemampuan wirausaha.
" Banyak alumni kami yang akhirnya memiliki produk-produk kreatif," ujar dia.(Sah)