Kisah Jan Koum, Pendiri WhatsApp yang Pernah Melamar di Facebook tapi Ditolak

Reporter : Alfi Salima Puteri
Rabu, 5 Oktober 2022 19:45
Kisah Jan Koum, Pendiri WhatsApp yang Pernah Melamar di Facebook tapi Ditolak
Kemudian setelah selama sembilan tahun, Koum dan Acton bekerja di Yahoo! bersama. Pada tahun 2007, keduanya berhenti dan berusaha melamar di Facebook tetapi ditolak.

Dream - Mungkin Sahabat Dream belum begitu familiar dengan nama Jan Koum. Ia adalah seorang pengusaha dan pemrogram komputer Amerika-Ukraina. Dia adalah salah satu pendiri dan mantan CEO dari aplikasi pesan seluler, WhatsApp.

Sampai hari ini, kekayaan bersih Koum diperkirakan mencapai US$13,5 miliar atau setara dengan Rp204 triliun menurut Forbes Real Time Net Worth.

Meskipun dia pernah mengalami hidup dalam kemiskinan, dia terus belajar sendiri mengenai pemrograman komputer. Hingga akhirnya Koum berhasil membangun perusahaan senilai miliaran dolar dengan rekannya, Brian Acton dan sukses dalam waktu lima tahun.

Dikutip dari The Famous People, Rabu 5 Oktober 2022, Jan Koum lahir di Kyiv, Ukraina, pada 24 Februari 1976. Ayahnya bekerja di bidang konstruksi sedangkan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.

Pada tahun 1992, saat berusia 16 tahun, Jan bersama ibu dan neneknya pindah dari Uni Soviet ke Mountain View, California, Amerika Serikat, untuk memulai hidup baru.

Perpindahannya juga didasari bahwa selama ini hidupnya sangat tidak mudah karena dikelilingi oleh komunis yang dirasa membatasi kehidupan.

Sehingga setelah runtuhnya Eropa Timur, keluarganya memutuskan untuk pindah ke Amerika. Sayangnya, ayahnya tidak bisa bergabung dengan mereka di Amerika sehingga harus hidup terpisah, dan sang ayah meninggal pada tahun 1997.

1 dari 3 halaman

Kemudian untuk memenuhi kebutuhan, ibu Koum bekerja sebagai babysitter sementara Koum mengambil pekerjaan sebagai petugas kebersihan di sebuah toko kelontong agar bisa terus membiayai hidup. Namun pada tahun 2000, ibunya meninggal setelah lama berjuang melawan kanker.

Pada usia 18, Koum menunjukkan minat dalam pemrograman dan belajar sendiri cara membuat kode. Dia juga terdaftar di Universitas Negeri San Jose dan pada tahun pertamanya, dia bekerja sebagai penguji keamanan di Ernst & Young.

Untuk mendapatkan lebih banyak eksposur, dia bergabung dengan grup keamanan komputer bernama w00w00.

Selama waktu itu, dia bertemu Brian Acton, mitra bisnis masa depannya. Pada tahun 1997, Yahoo! mempekerjakannya hingga dia harus putus kuliah untuk fokus bekerja.

Kemudian setelah selama sembilan tahun, Koum dan Acton bekerja di Yahoo! bersama. Pada tahun 2007, keduanya berhenti dan berusaha melamar di Facebook tetapi ditolak.

Pada tahun 2009, Jan Koum terus mengembangkan idenya untuk membangun sebuah aplikasi baru. Pada hari ulang tahunnya, dia secara resmi mendirikan WhatsApp Inc. di California.

2 dari 3 halaman

Dengan bantuan seorang pengembang Rusia, dia membangun front-end platform perpesanan.

Awalnya, aplikasi ini tidak populer. Namun, setelah peluncuran pemberitahuan di Apple, WhatsApp mulai mendapatkan pengguna.

Segera, dia meyakinkan Brian Acton untuk bergabung dengan perusahaan. Hingga pada tahun 2014, Facebook mengakuisisi WhatsApp senilai US$ 19 miliar.

Di tahun 2015, WhatsApp menjadi aplikasi perpesanan paling populer dan saat ini memiliki lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia.

“ Kami tidak akan berhenti sampai setiap orang di planet ini memiliki cara yang terjangkau dan dapat diandalkan untuk berkomunikasi dengan teman dan orang yang mereka cintai,” kata Koum suatu kali.

Namun setelah tinggal selama beberapa tahun, Jan Koum bersama temannya Brian meninggalkan Facebook karena beberapa perselisihan.

Jan Koum dan Brian Acton.© businessinsider.in

3 dari 3 halaman

Hari ini, kekayaan bersih Jan Koum adalah sekitar US$13,5 miliar. Setelah meninggalkan WhatsApp, Koum dan istrinya memulai sebuah organisasi untuk tiga badan amal mereka.

Pasangan ini telah menyumbangkan US$1 miliar untuk tujuan filantropi.

Jan Koum menyumbangkan US$2 juta untuk kampanye Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC).

Koum sekarang adalah pemegang saham Facebook terbesar keempat dan dia juga menjadi runner-up di 8th Annual Crunchies Awards 2015 dalam kategori Founder of the Year.

Selain itu, Koum pernah berada di posisi no. 62 dalam daftar Forbes sebagai 400 Orang Amerika Terkaya pada tahun 2014.

Beri Komentar