Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Tabungan
Dream - Sebagian besar masyarakat Indonesia yang hidup pada medio 1990-an tentu sangat akrab dengan kampanye pemerintah untuk gemar menabung. Bahkan, penyanyi senior Titik Puspa pun sempat menciptakan lagu anak berjudul 'Menabung' dengan lirik yang persuasif.
Sayangnya, menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, kini kampanye sejenis mulai lesu. Kontribusi tabungan terhadap perekonomian pun minim.
" Rasio GDP (Gross Domestic Product) tabungan terhadap perekonomian negara juga masih sangat jauh dibandingkan negara tetangga," ujar Muliaman di Jakarta akhir pekan lalu.
Padahal, Muliaman menegaskan, selain memberi manfaat pribadi, tabungan dapat berdampak amat besar secara makro.
Oleh karena itu, OJK ingin kembali membudayakan kegemaran menabung di tengah masyarakat, khususnya bagi para pelajar dengan meluncurkan program Simpanan Pelajar Bank Syariah (SimPel iB).
Selain itu, SimPel iB juga merupakan salah satu strategi OJK untuk meningkatkan pemahaman masyarakat atas sistem Keuangan Syariah.
Tetapi, Kepala Departemen Perbankan Syariah Ahmad Buchori mengaku meski sudah meresmikan, pihaknya belum memiliki target kuantitatif atas program tersebut.
" Target kita sebenarnya secara kualitatif memang pelajar punya kebiasaan untuk menabung," ucap Buchori.
Laporan: Kurnia Yunita Rahayu
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya