Dream - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menilai melambungnya harga daging dalam beberapa waktu terakhir disebabkan adanya praktik kartel yang dilakukan beberapa perusahaan pemasok daging. Motifnya sama sejak tahun 2013.
" Jadi pasokan ditahan, membuat kelangkaan, harga menjadi tinggi. Insya Allah minggu depan atau paling lambat 2 minggu depan, awal September kita akan menyidangkan perusahaan-perusahaan yang terindikasi melakukan kartel," ujar Ketua KPPU Syarkawi Rauf seperti dikutip dari laman situs Sekretariat Kabinet, Kamis, 20 Agustus 2015.
Menurut Syarkawi, KPPU sudah memeriksa 24 perusahaan di Jabodetabek. Mereka sangat dominan untuk impor, terlebih impor sangat banyak untuk suplai daging di domestik kita.
“ Jumlah pastinya ada di penyidik kita. Awal September itu dilihat. Modusnya sama, mereka menahan pasokan, membuat kelangkaan, harga menjadi naik. Polanya sejak 2013 sampai sekarang itu sama, meskipun pemain ada yang berubah,” terang Syarkawi.
Mengenai bentuk sanksi yang akan diterima perusahaan kartel tersebut, Syarkawi mengatakan sanksinya bermacam-macam, dari denda administrasi, hingga pencabutan izin usaha ke instansi terkait.
Advertisement
Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru

Sempat Terpeleset 20 Menit, IHSG Bergerak Menguat di Paruh Pertama Perdagangan

Sosok 2 Orang Terkaya Indonesia yang Masuk Wantimpres Presiden Prabowo

Sederet Alasan untuk Investasi Emas 'Hijau'


Hotel Terbesar di Dunia Ternyata Ada di Malaysia, Punya 7.351 Kamar

Cara Membuat Tubuh Tetap Sehat Walau Hanya Miliki Satu Ginjal Saja

El Niño dan La Niña: Dua Wajah Berlawanan dari Satu Siklus Iklim Pasifik

Kapan Waktu Terbaik Makan Sebelum Olahraga agar Energi Tetap Terjaga?

Pengeluaran Rp1,65 Juta, BPS Bongkar Uang WNI Menguap Kemana Saja

Refuse Derived Fuel (RDF), Saat Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif

Perusahaan Milik Orang Terkaya Indonesia Bakal Rekrut 1.000 Pegawai Baru