Muslimah AS Menyiapkan Makanan Untuk Dibagikan Dalam Kegiatan Amal (sumber: Http://www.vosizneias.com/)
Dream - Lembaga amal Indonesia tak hanya berkiprah di tingkat nasional tapi mulai banyak yang merambah luar negeri. LAZISMU yang merupakan lembaga penghimpun zakat bahkan telah menargetkan pembukaan 10 kantor cabang di luar negeri setiap tahun.
Untuk tahun ini, LAZISMU telah membuka 4 kantor cabang di luar negeri dan akan menambah 6 kantor cabang lagi. Demikian disampaikan Direktur Utama Khoirul Muttaqin saat ditemui di Jakarta.
" Yang sudah dibuka itu di Kuala Lumpur, Singapura, Taiwan, Kairo, sebentar lagi di Jepang. Nanti akan dibuka lagi di Amerika Serikat, Australia, Hongkong, Paris, dan Belanda. Targetnya 10 kantor setiap tahun," ungkapnya.
Khoirul mengaku pembukaan kantor cabang di luar negeri hampir tak menemui hambatan sama sekali. Kesulitan hanya terletak pada memperkenalkan lembaga ini di negara-negara non-Muslim.
" Muhammadiyah sendiri sudah merupakan lembaga yang legal di negara-negara itu, kita sudah melakukan pendekatan dengan Duta Besar dan kementerian. Hanya saja untuk negara non-Muslim memang ada kendala, tetapi kita melakukukan pendekatan secara kemanusiaan, jadi lebih ke charity dibandingkan sebagai ibadah umat Islam," paparnya.
Menurut Khoirul, pemilihan lokasi pembukaan kantor cabang ditentukan dari banyaknya anggota Muhammadiyah dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang berdomisili di negara tujuan.
Sementara untuk negara-negara yang belum memiliki kantor cabang LAZIS, donasi untuk kurban dan sedekah lainnya masih dilakukan para sukarelawan LAZISMU di negara tersebut, serta bantuan pihak Kedutaan Besar.
" Jadi ada relawan, tetapi seperti negara kaya Qatar dan Kuwait yang tidak ada penerima kurbannya, kita bermitra dengan pihak Kedubes," tandas Khoirul.