Empat Strategi Masterplan Ekonomi Syariah

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Rabu, 15 Mei 2019 18:41
Empat Strategi Masterplan Ekonomi Syariah
Panduan pengembangan ekonomi syariah belum lama ini diluncurkan.

Dream – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Masterplan Ekonomi Syariah (MEKSI) 2019 - 2024. Masterplan ini bisa menjawab tantangan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Rabu 15 Mei 2019, Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Bambang Brodjonegoro, mengatakan pengembangan ekonomi syariah harus melibatkan berbagai sektor lainnya sebagai suatu integrasi sistem ekomomi yang berlandaskan syariah.

Tujuannya, agar pertumbuhan yang berlangsung pada sektor keuangan syariah berdampak langsung dan signifikan pada pertumbuhan di sektor riil.

“ Untuk itu, saya harap MEKSI 2019-2023 ini bisa dijadikan rujukan bersama dalam mengembangkan ekonomi syariah Indonesia, yang kemudian dapat diturunkan menjadi program kerja implementatif pemerintah,” kata Bambang di Jakarta.

Bambang mengatakan MEKSI 2019—2024 merekomendasikan empat langkah dan strategi utama. Pertama, penguatan halal value chain dengan fokus pada sektor yang dinilai potensial dan berdaya saing tinggi.

Kedua, penguatan sektor keuangan syariah. Dengan rencana induk yang dituangkan dengan rencana induk yang sudah dituangkan dalam Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (MAKSI) sebelumnya dan disempurnakan ke dalam rencana induk ini.

Ketiga, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak utama halal value chain.

Keempat, penguatan di bidang ekonomi digital utamanya perdagangan (e-commerce, market place) dan keuangan (teknologi finansial) sehingga dapat mendorong dan mengakselerasi pencapaian strategi lainnya.

Bambang mengatakan, untuk menjalankan keempat strategi tersebut, ada beberapa strategi dasar yang harus dilakukan, yaitu peningkatan kesadaran publik, peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, penguatan kapasitas riset dan pengembangan (R&D), serta penguatan fatwa, regulasi dan tata kelola.

Dalam proses penyusunan MEKSI 2019-2024 di mana rancangan kebijakan dan strategi yang dikembangkan benar-benar mendorong perkuatan ekonomi syariah di Indonesia, pemerintah telah berkoordinasi dengan regulator baik di level K/L maupun independen, dan juga menerima masukan dari praktisi sektor industri, akademisi, asosiasi, dan berbagai pihak lainnya.

Pemerintah juga telah melakukan kunjungan ke berbagai daerah untuk memperoleh gambaran nyata akan kondisi ekonomi syariah yang ada saat ini di dalam negeri.

Mantan menteri keuangan ini mengharapkan semua pihak bisa mengimplementasi rekomendasi yang terdapat dalam peta jalan ekonomi syariah di Indonesia. Visi besar yang dibangun dalam masterplan ini adalah mencapai “ Indonesia yang Mandiri, Makmur, dan Madani dengan Menjadi Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka Dunia”.

“ Saya juga berharap KNKS (Komite Nasional Keuangan Syariah) mendapatkan kepercayaan seluruh pemangku kepentingan ekonomi syariah baik nasional maupun global, serta kepercayaan seluruh masyarakat Indonesia dalam mengimplementasikan MEKSI 2019-2024 ke dalam pembangunan nasional melalui ekonomi syariah,” kata dia. 

1 dari 1 halaman

Potensi Ekonomi Syariah Luar Biasa Besar

Potensi ekonomi syariah sangat besar. The State of the Global Islamic Economy Report 2018-2019 mencatat, besaran total pengeluaran belanja masyarakat Muslim dunia pada 2017 di berbagai sektor halal.

Seperti makanan dan minuman, farmasi dan kosmetik halal, busana halal, wisata halal, media dan hiburan halal, dan keuangan syariah mencapai US$2,1 triliun (Rp30.3929 triliun) dan diperkirakan akan terus tumbuh hingga US$3 triliun (Rp43.427 triliun) pada 2023.

Faktor utama yang mendorong itu adalah peningkatan jumlah penduduk Muslim di dunia yang telah mencapai 1,84 miliar orang pada 2017. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga 27,5 persen dari total populasi dunia pada 2023.

Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia dengan 85 persen dari jumlah populasi, serta menyumbang 11 persen dari total muslim di seluruh dunia, hanya dapat bertengger di peringkat 10 sebagai negara produsen produk halal dunia.

“ Demi mencapai visi dalam masterplan ini, kami menetapkan berbagai target dan indikator, yaitu peningkatan skala usaha ekonomi syariah, Islamic Economic Index pada tingkat global dan nasional, kemandirian ekonomi, dan indeks kesejahteraan. Target ini dicapai melalui strategi utama yang telah disusun dengan teliti diikuti dengan berbagai program dan strategi turunannya,” kata dia. (ism)

Beri Komentar