Memahami Fungsi Pajak, Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Reporter : Ulyaeni Maulida
Jumat, 20 November 2020 10:20
Memahami Fungsi Pajak, Pengertian dan Jenis-Jenisnya
Pajak merupakan salah satu sumber dana pemerintah untuk mendanai pembangunan negara.

Dream – Pajak merupakan bentuk kontribusi rakyat kepada negara. Dimana nantinya pajak yang dibayarkan akan kembali digunakan untuk keperluan negara demi mencapai kesejahteraan rakyat.

Pajak merupakan sumber utama penerimaan negara yang menyumbang sekitar 70 persen dari seluruh penerimaan negara. Uang pajak digunakan untuk kepentingan umum, bukan untuk kepentingan pribadi.

Pajak merupakan salah satu sumber dana pemerintah untuk mendanai pembangunan di pusat dan daerah, seperti membangun fasilitas umum, membiayai anggaran kesehatan dan pendidikan, dan kegiatan produktif lain. Pemungutan pajak dapat dipaksakan karena dilaksanakan berdasarkan undang-undang.

1 dari 6 halaman

Pengertian Pajak

Ilustrasi© Freepik

 

Menurut buku Lebih Dekat Dengan Pajak yang diterbitkan oleh Kementerian Keuangan, pajak adalah adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Di Indonesia, berdasarkan lembaga yang mengelolanya pajak dibagi menjadi dua yaitu pajak pusat dan pajak daerah. Orang yang wajib membayar pajak ialah Warga Negara Indonesia/ Warga Negara Asing yang bertempat tinggal di Indonesia dan badan yang didirikan/ berkedudukan di Indonesia merupakan Wajib Pajak, kecuali ketentuan peraturan perundang-undangan menentukan lain.

2 dari 6 halaman

Orang yang wajib membayar pajak

Ilustrasi© Freepik

Orang Pribadi

Yaitu mereka yang telah mempunyai penghasilan di atas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) sesuai batasan PTKP telah ditentukan oleh Undang-Undang Pajak Penghasilan.

Badan

Yaitu sekumpulan orang dan/atau modal yang merupakan kesatuan baik yang melakukan usaha maupun yang tidak melakukan usaha yang meliputi perseroan terbatas, perseroan komanditer, perseroan Iainnya, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah dengan nama dan dalam bentuk apa pun, firma, kongsi, koperasi, dana pensiun, persekutuan, perkumpulan, yayasan, organisasi massa, organisasi sosial politik, atau organisasi lainnya, lembaga dan bentuk badan lainnya termasuk kontrak investasi kolektif dan bentuk usaha tetap.

3 dari 6 halaman

Fungsi Pajak

Ilustrasi© Freepik

1. Infrastruktur dan Fasilitas Umum

Fungsi pajak yang pertama adalah dapat terciptanya beragam infrastruktur dan fasilitas umum, pembuatan jalan, pembangunan jembatan, sekolah, tol hingga rumah ibadah merupakan beberapa jenis infrastruktur dan fasilitas umum yang telah dibangun dari sebagian alokasi dana yang diperoleh dari penerimaan pajak.

2. Fasilitas Pendidikan

Fungsi pajak berikutnya adalah dengan taat membayar pajak membuat beragam fasilitas pendidikan yang bisa dinikmati.

Program-program pendidikan dari segi pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar (KIP), Beasiswa Bidik Misi dan Bantuan Operasional (BOS) merupakan deretan manfaat adanya pajak yang dialokasikan untuk sektor pendidikan.

3. Fasilitas Kesehatan

Fungsi pajak selanjutnya adalah adanya fasilitas-fasilitas kesehatan yang dapat dinikmati bersama. Sebagian hasil penerimaan pajak dialokasikan pada bidang kesehatan untuk menyediakan makanan tambahan bagi ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK) serta balita kurus yang kurang gizi.

4 dari 6 halaman

Fungsi Pajak Berikutnya

Ilustrasi© Freepik

 

4. Pengembangan Transportasi Umum

Pemerintah dapat menyediakan fasilitas transportasi umum yang baik, nyaman, serta harga yang terjangkau untuk masyarakat guna mengatasi kemacetan serat masalah-masalah yang terkait dengan transportasi lainnya adalah salah satu dari fungsi pajak.

5. Sektor Keamanan dan Ketertiban

Fungsi pajak bagi masyarakat adalah terciptanya keamanan dan ketertiban. Dana penerimaan pajak dapat digunakan sebagai anggaran alutsista serta mengadakan modernisasi di segala aspek keamanan darat, air, hingga udara.

Hal tersebut memiliki tujuan untuk melindungi negara agar kekayaan yang dimiliki di dalamnya dapat terjaga, tidak mudah diambil secara illegal oleh pihak asing ataupun teroris.

6. Menstabilkan Perekonomian Negara

Fungsi pajak bagi infrastruktur negara dan masyarakat akan menstabilkan perekonomian negara. Pajak digunakan oleh pemerintah dalam hal mengatur atau menstabilkan perekonomian dalam negeri. Oleh karena itu, pajak menjadi alat stabilitas ekonomi dari berbagai kondisi yang dianggap dapat mengancam keberlangsungan ekonomi negara.

5 dari 6 halaman

Fungsi Pajak Selanjutnya

Ilustrasi© Freepik

 

7. Menunjukkan Kesehatan Keuangan Perusahaan

Fungsi pajak bagi infrastruktur negara dan masyarakat yang berikutnya adalah dapat menunjukkan sehatnya keuangan di suatu perusahaan. Tentunya hal tersebut perlu didukung dengan pengadaan pengelolaan keuangan yang baik.

Direktorat Jenderal Pajak akan memberlakukan denda bagi setiap pengusaha yang telat membayar pajak. Adanya denda tersebut diharapkan akan menyadarkan para pengusaha akan pentingnya membayar pajak.

8. Keuntungan Pengusaha Domestik akan Berlipat

Barang-barang impor yang dikenakan pajak tinggi oleh pemerintah bertujuan agar produksi dalam negeri mampu bersaing di pasaran. Pemerintah dapat mengenakan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) pada produk-produk mewah impor.

Pajak yang dibayarkan oleh pengimpor akan meredam neraca perdagangan dan jumlah barangnya akan berkurang. Dengan demikian, pengusaha dapat memajukan bisnisnya dan bersaing dengan barang-barang impor.

6 dari 6 halaman

Jenis-Jenis Pajak

 

Ilustrasi© Freepik

Jenis Pajak Berdasarkan Sifat

Pajak Tidak Langsung (Indirect Tax)

Pajak tidak langsung merupakan pajak yang hanya diberikan kepada wajib pajak bila melakukan peristiwa atau perbuatan tertentu. Sehingga pajak tidak langsung tidak dapat dipungut secara berkala, tetapi hanya dapat dipungut bila terjadi peristiwa atau perbuatan tertentu yang menyebabkan kewajiban membayar pajak.

Contohnya: pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM), di mana pajak ini hanya diberikan bila wajib pajak menjual barang mewah.

Pajak Langsung (Direct Tax)

Pajak langsung adalah pajak yang diberikan secara berkala kepada wajib pajak berlandaskan surat ketetapan pajak yang dibuat kantor pajak. Di dalam surat ketetapan pajak terdapat jumlah pajak yang harus dibayar wajib pajak. Pajak langsung harus ditanggung seseorang yang terkena wajib pajak dan tidak dapat dialihkan kepada pihak yang lain.

Contohnya: Pajak Bumi dan Penghasilan (PBB) dan pajak penghasilan.

 

Jenis Pajak Berdasarkan Instansi Pemungut

Pajak Daerah (Lokal)

Pajak daerah merupakan pajak yang dipungut pemerintah daerah dan terbatas hanya pada rakyat daerah itu sendiri, baik yang dipungut Pemda Tingkat II maupun Pemda Tingkat I.

Contohnya pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran, pajak kendaraan bermotor, BPHTB, PBB (perdesaan dan perkotaan), dan pajak daerah lainnya.

Pajak Negara (Pusat)

Pajak negara adalah pajak yang dipungut pemerintah pusat melalui instansi terkait, yakni DJP.

Contohnya: PPN, Pajak Penghasilan (PPh), PPnBM, bea meterai, PBB (perkebunan, perhutanan, dan pertambangan).

 

Jenis Pajak Berdasarkan Objek Pajak dan Subjek Pajak

Pajak Objektif

Pajak objektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan objeknya. Contohnya: pajak impor, pajak kendaraan bermotor, bea meterai, dan masih lainnya.

Pajak Subjektif

Pajak subjektif adalah pajak yang pengambilannya berdasarkan subjeknya. Contohnya pajak kekayaan dan pajak penghasilan.

 

 

(Sumber: Merdeka.com dan Sumber lainnya)

Beri Komentar