Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
CTO Motiv, Curt Von Bodinski. (Foto: Oddity Central)
Dream – Kalau Anda termasuk orang yang mengeluh karena harus nglaju setiap kali bekerja, kisah ini bisa membuat Anda sedikit bersyukur. Ada seorang karyawan yang harus bekerja dan menempuh perjalanan selama enam jam.
Dilansir Oddity Central, Selasa 18 Juli 2017, Curt von Badinski, harus menempuh perjalanan sejauh 568,1 kilometer, dari Los Angeles ke San Fransisco. Curt pun tidak mau berlama-lama menghabiskan waktu di jalan. Untuk itu, dia menggunakan pesawat untuk berangkat dan pulang kerja.
Setiap harinya, Curt yang berprofesi sebagai insinyur mesin dan sebagai chief technology officer di sebuah perusahaan teknologi di San Fransisco, harus bangun jam 05.00, mandi, gantin baju, sarapan, lalu pergi ke Bob Hope Burbank Airport dengan mobilnya.
Kemudian, dia naik pesawat bermesin tunggal dan berangkat ke Oakland dengan waktu tempuh 1,5 jam. Dari Oakland, dia harus menyetir mobil ke San Fransisco, barulah dia sampai di kantornya, Motiv. Pria ini bekerja mulai pukul 08.30 dan pulang kantor pukul 17.00. Dia sampai di rumah sekitar jam 21.00.
“Ketika saya memberi tahu orang-orang kalau saya nglaju ke San Fransisco setiap hari, mereka selalu bertanya tiga kali, ‘setiap hari?’ ‘setiap hari?’ ‘setiap hari?’,” kata dia kepada BBC Capital.
Perusahaan tempat Curt bekerja ini sebenarnya dibangun di Los Angeles, tapi pada suatu ketika mereka memutuskan pindah ke San Fransisco karena optimistis bisa menemukan talenta baru di wilayah yang kecil itu.
Karena satu dan lain hal, Curt tidak bisa memboyong keluarganya ke San Fransisco, tapi dia juga tidak bisa membawa kembali kantornya ke Los Angeles. Satu-satunya solusi adalah menjadi seorang penglaju.
“Saya harus bertatap muka dengan perusahaan saya, tetapi saya juga ingin bisa membantu keluarga saya di Los Angeles,” kata dia.
Berbicara tentang biaya, dia harus mengeluarkan uang sebesar US$2300 atau sekitar Rp30,62 juta perbulan untuk penerbangan tanpa batas dan berbagi dengan delapan penglaju lainnya. Pria ini juga telah melakukan pemeriksaan badan sebelum masuk ke pesawat.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari