Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dream – Produsen telepon seluler, Vertu, selama ini terkenal sebagai penghasil Ponsel mahal. Satu unitnya bisa dibanderol dengan harga US$11 ribu (Rp146,72 juta).
Dilihat dari harganya, sudah bisa ditebak Vertu ini menyasar kelas atas—kelas yang tak peduli seberapa besar harga ponsel asalkan dia mewah. Karena pasarnya adalah kaum jetset, perusahaan yang didirikan Nokia pada 1998 ini menggunakan bahan-bahan premium, seperti baja berkualitas, kulit asli, dan berlian.
Karena harganya kelewat mahal, konsumen Vertu terbatas. Belum lagi teknologi ponsel ini kalah bersaing dengan smartphone yang ada saat ini.
Namun nasib perusahaan ini tak selanggeng pembeli berduit yang diincarnya. Virtu gulung tikar.
Dilansir dari TechCrunch, Sabtu 15 Juli 2017, selama satu dekade, konsumen ponsel ini menurun drastis. Bangkrut, perusahaan tersebut memangkas 200 pekerjaan untuk likuidasinya. Pemilik Vertu saat ini, Hakan Uzan, gagal mengajukan pinjaman sebesar 1,9 juta poundsterling (Rp32,84 miliar) untuk menarik perusahaan dari kebangkrutan.
Perusahaan kini justru memiliki tumpukan utang senilai 128 juta poundsterling (Rp2,21 triliun). Sekadar informasi, Vertu diakusisi oleh Baferton oleh miliarder asal Turki ini.
Ukaz ingin memperbaiki brand Vertu dan teknologinya. Kalau bisa, dia akan membangun kembali Vertu.
Sayangnya, pengajuan kredit ini ditolak oleh kreditur.
Dilansir dari Business Insider, pada tahun 2014 laporan keuangan yang dipublikasikan Vertu menunjukkan bahwa kerugian Vertu mencapai 53 juta poundsterling (Rp916,23 miliar). Ada juga pengakuan pegawai Vertu yang mengaku gaji mereka tak dibayarkan sejak lama.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari